Berita Batang

5 Nama Calon Peserta Didik Baru SMAN 1 Batang yang Hilang Akhirnya Dikembalikan

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah akhirnya mengembalikan hak lima calon peserta didik baru di SMAN 1 Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Dina Indriani
Kepala SMAN 1 Batang, Sukalim. 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Nasib siswa yang namanya mendadak hilang dalam jurnal zonasi PPDB online SMAN 1 Batang di menit-menit akhir penutupan akhirnya menemukan kejelasan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah akhirnya memutuskan mengembalikan hak lima calon peserta didik (CPD) dari 9 CPD yang hilang dalam jurnal zonasi PPDB online SMAN 1 Batang. Opor 

Keputusan itu, setelah Disdikbud menggelar rapat dengan Ombudsman, Inspektorat, Telkom dan Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah. 

"Ada dua hal pokok dalam keputusan itu diantaranya, CPD harus dikembalikan haknya dan masalah ini bukan masalah ranah hukum tetapi masalah administratif," tutur Kepala SMAN 1 Batang, Sukalim, Jumat (8/7/2022).

Baca juga: Dugaan Kecurangan PPDB Online, Ini Kata Kepala SMAN 1 Batang

Lebih lanjut, secara resmi yang mengadu hilangnya nama dari jurnal sebanyak delapan orang dan satu orang mengadu tapi tidak secara resmi dan sudah mendapat sekolah di SMAN 3 Pekalongan.

"Dari aduan yang kami terima ada 8, dua anak sudah kami akomadasi di sini, satu anak sudah masuk di SMAN 3 Pekalongan sehingga hanya lima anak yang dikembalikan hak CPD-ny," ungkapnya.

Dikatakannya, meski sudah dikembalikan hak CPD-nya lima anak tersebut tidak serta merta bisa diterima secara otomatis tapi tetap melalui tahapan sesuai petunjuk dari Disdikbud Jateng. 

"Secara teknis kami belum dijelaskan, tapi itu sudah diakomodasi dulu mudah-mudahan nanti teknis untuk data pokok pendidikan (Dapodik)-nya yang bertanggungjawab Disdikbud Jawa Tengah," imbuhnya.

Baca juga: Nama Calon Peserta Didik Baru Mendadak Hilang dari PPDB, Orang Tua Langsung Ngadu ke Ganjar

Sukalim menyatakan hilangnya nama CPD PPDB Online di jalur zonasi karena kesalahan manusia atau human error.

"Human error itu bisa dari anak-anak yang main-main atau salah pencet ketika panik di menit-menit akhir penutupan PPDB online, tapi untuk membuktikan pengakuan itu sulit karena berbagai kemungkinan juga bisa muncul yang hubungannya dengan sistem otomatis itu," terangnya.

Adapun dalam jejak digital yang menghilangkan 9 CPD PPDB online itu diketahui IP adress yang sama, dan saat ini masih kesulitan untuk membuktikannya.

"Ini sudah bukan ramah kami, karena kami tidak memiliki aplikasinya, seharusnya orang-orang yang berkepetingan ini yang sudah diakomodasi, hal itu tidak dilanjutkan, hanya saja mungkin perbaikan sistem nanti kedepannya," imbuhnya.

Baca juga: Diduga Cyber Crime, 9 Nama Calon Peserta Didik Baru Mendadak Hilang Jelang Pengumuman PPDB

Sukalimin meminta kepada orangtua CPD yang haknya sudah dikembalikan untuk bisa mencabut laporan di Kepolisian Polres Batang.

"Tuntutannya kan sudah selesai, jadi mohon bisa dicabut, dan buat pernyataan tidak ada tuntutan secara hukum," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved