Berita Kendal

Video Petugas di Kab Kendal Temukan 7 Hati Hewan Kurban Tak Layak Konsumsi

Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) melakukan pemantaun dan pemeriksaan hati hewan kurban pada momentum Hari Raya.

Penulis: Saiful Masum | Editor: restu dwi r

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Berikut video Petugas di Kab Kendal Temukan 7 Hati Hewan Kurban Tak Layak Konsumsi 

Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) melakukan pemantaun dan pemeriksaan hati hewan kurban pada momentum Hari Raya Iduladha 2022. Hasilnya, petugas menemukan cacing hati pada tujuh ekor hewan ternak, baik berupa ternak sapi maupun kambing.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, pihaknya menerjunkan beberapa tim pemantau dan pemeriksa hewan kurban di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal.

Kata dia, petugas sudah terjun ke lapangan sejak, Sabtu (9/7/2022) kemarin, dilanjutkan pemeriksaan pada, Minggu (10/7/2022).

Pandu menyebut, hasil pemeriksaan sementara selama dua hari, ditemukan tujuh hati hewan kurban mengandung cacing. Sehingga petugas meminta kepada panitia penyembelihan hewan agar membuang hati yang mengandung cacing, supaya tidak dikonsumsi masyarakat. 

Dia menjelaskan, empat kasus cacing hati ditemukan di Kecamatan Boja, Sukorejo, Pageruyung, dan Ringinarum pada pemeriksaan hari pertama. Sedangkan pemeriksaan hari kedua, petugas sementara ini menemukan 3 kasus cacing hati di Kecamatan Kota Kendal, Brangsong, dan Kaliwungu. 

"Ada beberapa hati hewan ditemukan mengandung cacing. Kami imbau agar tidak dikonsumsi, karena kondisnya cukup parah," terangnya.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, petugas sudah memeriksa 215 ekor sapi, 289 kambing, dan 30 ekor domba.

Pandu mengapresiasi panitia penyembelihan hewan kurban yang menerapkan SOP kebersihan dengan optimal. Seperti alas pemotongan daging dan tempat menyimpanan daging.

Pandu mengaku kecewa kepada sejumlah panitia kurban yang tidak menerapkan SOP dengan benar. Seperti contoh, tidak menyiapkan alas yang memadahi, dan tidak memisahkan tempat penyembelihan dengan tempat hewan kurban yang masih hidup.

Seharusnya, harap dia, masyarakat bisa melakukan persiapan lebih matang, dengan cara berkordinasi dengan dinas terkait. Supaya, penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan sebaik mungkin. 

"Petugas terus melakukan pengecekan dan pemeriksaan di lapangan sampai mayoritas tempat penyembelihan hewan kurban terjangkau," ujarnya. 

Petugas melakukan pemeriksaan hewan kurban yang digelar di masjid-masjid dan musala. Di antaranya, Masjid Agung Kendal, Masjid Jami At Taqwa Sarirejo, Kaliwungu, Masjid Al Muttaqin Kaliwungu, Musala Baiturrahman dan Al Muwahhidin Sawahjati, dan beberapa lokasi lainnya. 

Ketua pantia penyembelihan hewan kurban di Musala Baitul Ghofur Pungkuran, Desa Kutoharjo, Kaliwungu, Masbukhin mengatakan, tahun ini pihaknya menerima 3 ekor sapi dan 6 ekor kambing kurban dari masyarakat.

Kata dia, semua hewan dilakukan pemotongan dalam sehari dengan mengedepankan SOP yang ada. Misalnya, pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong, pemasangan alas, tratak, dan bungkus daging yang bersih.

"Alhamdulillah, sejak 1990-an musala kami rutin menggelar pemotongan hewan kurban. Tahun ini semua hewan dalam keadaan sehat, tidak ditemukan hati hewan yang mengandung cacing," terangnya. (Sam)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved