Berita Batang

Naik Signifikan, Capaian PAD Batang Semester Pertama Capai Rp 129,1 Miliar

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang pada semester pertama di tahun 2022 mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Kepala BPKPAD Batang, Sri Purwaningsih. 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang pada semester pertama di tahun 2022 mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Dari data Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Batang pada semester pertama realisasi pendapatan asli daerah mencapai 35,89 persen atau sebesar Rp129,1 Miliar dari terget Rp 305,9 Miliar. 

Pajak daerahnya sudah diangka 39,67 persen atau sebesar Rp48,5 miliar dari Rp122,46 miliar.

Adapun pendapatan dari sektor retribusi baru 26,55 persen atau Rp7,5 Miliar dari Rp28,6 miliar.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu dari periode yang sama ada kenaikan, PAD 36,07 persen, untuk pajak 33,02 persen, hanya pendapatan dari retribusi yang mengalami penurunan di tahun ini. Tahun kemarin diangka 27,8 persen,” terang Kepala BPKPAD Sri Purwaningsih dalam keterangan rilis, Selasa (12/7/2022).

Kepala Bidang Penagihan, Evaluasi, dan Pelaporan PAD, Anisah menambahkan penurunan pendapatan dari sektor retribusi perizinan karena ada perubahan kebijakan dari Pemerintah Pusat.

“Sektor pajak ada kenaikan kalau tahun lalu di periode yang sama hanya di angka 33,02 persen sekarang di angka 39,67 persen, tahun lalu hanya Rp 31,3 miliar sekarang diangka Rp 48 miliar,” ungkapnya. 

Kenaikan PAD, lanjut dia, dipengaruhi karena adanya pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Namun, juga adanya ektensifikasi dan intensifikasi pajak melalui gebyar pajak, BPKPAD Batang hadir ditempat-tempat keramaian seperti di Car Free Day setiap Minggu di Alun-alun Batang.

Lalu, melakukan jemput bola di pasar Batang, Pasar Bandar dan di Kantor Kecamatan serta di even Batang Expo kemarin.

“Kita juga memberikan penghargaan bagi wajib pajak jadi akhirnya pendapatan pajaknya naik terus, di samping itu, kita juga melakukan monitoring evaluasi secara rutin dan pembagian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) lebih awal,” terangnya.

Dari beberapa PAD di sektor pajak seperti hotel, restoran, hiburan, penerangan jalan, air tanah, sarang burung walet, pajak mineral bukan logam dan batuan.

Lalu, PBB perdesaan dan perkotaan dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Adapun yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan di pajak hiburan. 

“Pajak hiburan tahun lalu di semester pertama dapatnya hanya Rp 1 Juta. Kalau sekarang sudah diangka Rp374 Juta,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved