Berita Slawi

Satresnarkoba Polres Tegal Bekuk Dua Pengedar dan Pemakai Ganja Kering

Satresnarkoba Polres Tegal berhasil membekuk dua pengedar sekaligus pemakai narkotika jenis ganja kering, pada 9 Juli 2022 lalu.

TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Wakapolres Tegal, Kompol Didi Dewantoro (kanan), didampingi KBO Satresnarkoba Polres Tegal, Ipda Ahmad Jhoni (kiri), saat menunjukkan barang bukti berupa bungkusan berisi ganja kering milik pelaku yang berhasil diamankan di halaman Mapolres Tegal, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Satresnarkoba Polres Tegal berhasil membekuk dua pengedar sekaligus pemakai narkotika jenis ganja kering, pada 9 Juli 2022 lalu.

Wakapolres Tegal, Kompol Didi Dewantoro, didampingi KBO Satresnarkoba Polres Tegal, Ipda Ahmad Jhoni, menjelaskan awal mula penangkapan setelah Satresnarkoba Polres Tegal mendapat laporan dari masyarakat akan adanya transaksi ganja kering.

Aduan tersebut diperoleh pada tanggal 9 Juli 2022 sekitar pukul 21.40 WIB, di depan Alfamart masuk Desa Jembayat, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.

Setelah mendapat laporan tersebut, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan di lokasi dan berhasil menemukan satu orang, kemudian dilakukan penggeledahan.

"Setelah dilakukan penggeledahan, tim Satresnarkoba Polres Tegal berhasil menemukan satu bungkus rokok yang di dalamnya terdapat lima linting ganja kering."

"Pelaku yang pertama diamankan diketahui bernama Husni dan langsung dibawa ke Polres untuk ditindaklanjuti," ungkap Kompol Didi, dalam rilis kasus yang berlangsung di Mapolres Tegal, Jumat (15/7/2022).

Setelah dilakukan pengembangan, lanjut Wakapolres, didapati satu pelaku baru yaitu Abdullah Imam yang merupakan pembeli ganja kering di pelaku pertama Husni.

Diketahui fakta, bahwa Imam sudah membeli satu linting ganja kering di Husni.

"Setelah berhasil menangkap Husni, kami menggeledah rumahnya dan menemukan ganja kering yang dibungkus plastik kresek warna hitam dilapisi kertas coklat dengan berat 42,58 gram," jelasnya.

Wakapolres menyebut, kedua pelaku ini merupakan pengedar sekaligus pemakai narkotika jenis ganja kering. 

"Kedua pelaku kami kenakan pasal 114 UUD nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun," ujar Wakapolres. 

Ditanya oleh Wakapolres Tegal, pelaku Husni, mengaku pertama kali mendapat barang ganja kering tersebut dari seseorang di Jakarta.

Pertama Husni mengaku membeli dua paket ganja kering senilai Rp 1,5 juta.

Ia pun mengatakan baru pertama kali melakukan jual beli ganja kering.

"Saya baru pertama kali melakukan jual beli ganja."

"Mengetahui ancaman hukumannya saya menyesal dan takut. Pekerjaan saya sehari-hari serabutan, tidak ada pekerjaan tetap," kata Husni. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved