Berita Batang

Bambang Eko Purnomo Tegaskan Pemuda Pancasila Bukan Organisasi Preman

Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah Bambang Eko Purnomo menyampaikan, sudah tidak lagi zamannya anggota PP memiliki jiwa premanisme.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Ratusan Komando Inti Mahatidana Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Batang terima sertifikat Diklat Koti. 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah Bambang Eko Purnomo menyampaikan, sudah tidak lagi zamannya anggota PP memiliki jiwa premanisme.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan penyerahan sertifikat pendidikan dan pelatihan (Diklat) Komando Inti Mahatidana (Koti) di Batang Teras Pandawa (BTP) Batang, Selasa (19/7/2022).

"Jadi, badan besar dan berkumis tebal, berwajah sangar tidak lagi zamannya petantang petinting tapi Pemuda Pancasila sekarang harus memiliki intelektual dan patuh aturan hukum, anggaran dasar rumah tangga organisasi," ujarnya. 

BEP panggilannya, menyatakan anggota Koti sekarang harus memilik sikap dan perilaku yang baik.

"Jangan ada provokasi, karena anggota PP diciptakan untuk satu komando dengan pimpinanya dari mulai MPP, MPW, MPC dan PAC."

"Jangan tanyakan kita dapat apa dari organisasi Pemuda Pancasila, tapi apa yang kita berikan untuk membesarkan organisasi," tegasnya.

Dalam kegiatan itu, 487 siswa telah menerima sertifikat Diklat Koti

Penyerahan dihadiri Ketua MPC Batang M Sodik beserta jajaran pengurusnya.

"Diklat Koti yang berlangsung beberapa minggu lalu, tidak hanya diikuti oleh Batang, tapi juga dari MPC kabupaten tetangga."

"Untuk Batang ada 362 siswa, jadi Batang sudah memiliki Koti lengkap," tutur Ketua MPC Batang M Sodik. 

Ia mengatakan materi diklat yang diberikan kepada peserta selama dua hari tentang supremasi hukum, kesemaptaan, kedisiplinan melalui kegiatan PBB dan mental ideologi Pancasila. 

"Kita berharap mereka yang mengikuti diklat Koti memiliki mental idiologi Pancasila yang kuat, hebat dan menjadi kader-kader Pemuda Pancasila yang profesional dan tidak lagi terkesan premanisme tapi memiliki intelektual dan menjadi kader pemimpin masa depan," jelasnya. 

Ia menyebutkan ada empat orang peserta diklat Koti yang tidak lulus karena sakit.

"Kita apresiasi dan memberjkan penghargaan kepada lima siswa lulus dengan nilai terbaik, mereka memiliki prestasi bagus di semua materi yang diberikan oleh pengajar," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved