Berita Jateng

Polda Jateng Tetapkan Sekda Pemalang Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Pengerjaan Proyek Jalan

Sekda Pemalang Mohammad Arifin ditetapkan tersangka oleh Reskrimsus Polda Jateng atas dugaan korupsi pembangunan paket jalan.

TribunPantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, bersama Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy memaparkan kasus korupsi yang dilakukan Sekda Pemalang Mohammad Arifin. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Sekda Pemalang Mohammad Arifin ditetapkan tersangka oleh Polda Jateng.

Mohammad Arifin ditetapkan tersangka atas dugaan korupsi pembangunan paket jalan.

Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora mengatakan kasus korupsi bermula adanya proyek pengerjaan jalan paket 1 dan 2 yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemalang pada tahun anggaran 2010.

Kemudian tahun 2012 dilakukan penyidikan dan ditetapkan 4 tersangka. 

"4 tersangka tersebut telah menjalani vonis hukuman pada tahun 2012. Ada yang 5 tahun, 4 tahun dan 3 tahun," jelasnya saat konfrensi pers di kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Selasa (19/7/2022).

Menurutnya setelah menjalani pidana, keempat tersangka merasa perbuatannya tidak dilakukan sendiri.

Mereka melakukan bersama Mohammad Arifin yang saat itu menjabat sebagai kepala DPU. 

"Kemudian mereka melaporkan MA pada tahun 2010 menjabat sebagai Kepala DPU ke Ditreskrimsus Polda Jateng," tuturnya.

Kombes Johanson mengatakan modus yang dilakukan Mohammad Arifin menyuruh Ghozinun Najib sebagai peneliti pelaksana kontrak (PPK) untuk membuat serah terima kontrak pengerjaan jalan paket pertama dan kedua mencapai 100 persen.

Padahal saat itu pengerjaan paket belum 100 persen atau sekitar 73 persen.

"Jadi setelah 100 persen dan ditanda tangani memenuhi syarat, uang dapat dicairkan," tuturnya.

Kemudian tersangka Mohammad Arifin bersama Sulatif dan Kristiandi menyerahkan uang Rp 500 juta hasil pekerjaan paket I dan II yang seharusnya belum selesai 100 persen kepada Direktur PT. Astha Saka Semarang, Kristianto Wiyana selaku pelaksana proyek.

Sementara PT Astha Saka Semarang itu bukanlah kontraktor yang memenangkan tender pengerjaan paket 1 dan 2.

"Kami lakukan pendalaman dan penyitaan uang sebesar Rp 500 juta dari Direktur PT Astha Saka Semarang," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved