Berita Slawi

Masyarakat Tak Perlu Antre Obat, RSUD Slawi Launching Layanan Antar Sampai Rumah, Ini Caranya

RSUD dr Soeselo Slawi resmi melaunching program Antar Obat Sampai Rumah (Antor) bekerja sama dengan JNE Tegal.

TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin, melakukan penandatanganan kerjasama dengan JNE Tegal di poliklinik kulit, Kamis (21/7/2022). 

"Semisal sudah selesai, kami langsung menghubungi pihak JNE dan menyerahkan obat-obat yang akan dikirim ke rumah pasien. Intinya ada empat waktu pengiriman yaitu pukul 10.00 WIB, 12.00 WIB, 14.00 WIB, dan 15.00 WIB. Ini berlaku baik di farmasi timur maupun farmasi barat," ungkap Ihsan.

Sedangkan dalam seminggu masa percobaan layanan Antor, dikatakan Ihsan rata-rata per hari bisa mengirim 30-50 obat ke rumah pasien.

Tidak ada persyaratan khusus, jumlah obat sedikit atau banyak tetap bisa diantar sampai rumah terpenting masih masuk wilayah Kabupaten Tegal dan tiga kecamatan di Brebes.

"Tidak ada kualifikasi penyakit atau apa, jumlah obat sedikit atau banyak, dan lain-lain tidak masalah terpenting lokasi masuk yang sudah kami sebutkan. Tapi khusus untuk obat narkotika dan psikotropika tidak bisa kami antar atau kirimkan karena menyangkut keamanan. Sehingga nantinya resep kami skrining dahulu, semisal ada jenis obat narkotika dan psikotropika maka tetap ditunggu saja," terangnya.

Masih di lokasi yang sama, Kepala JNE Cabang Tegal, Subari, menambahkan kerjasama dengan RSUD dr Soeselo Slawi bukan kali pertama melainkan sudah pernah sebelumnya dengan rumah sakit lain di Purbalingga.

Ini merupakan bentuk kolaborasi untuk menyempurnakan layanan bagi masyarakat.

Supaya lebih cepat, tepat, dan tidak perlu antre lama lagi.

"Untuk program Antor ini, kami sudah menyiapkan sekitar empat sampai lima orang yang stay di rumah sakit. Sehingga kapan saja ada perintah atau permintaan untuk mengirimkan obat, tim kami siap siaga untuk melaksanakan," kata Subari.

Ditanya mengenai maksimal pengiriman, Subari mengatakan 1x24 jam atau dengan kata lain hari itu transaksi maka hari itu juga sampai ditujuan.

Tapi memang ada batas waktu pengiriman yaitu sampai pukul 15.00 WIB.

"Jadi misal ada transaksi yang masuk tapi sudah lewat pukul 15.00 WIB, maka kami lanjutkan pengantaran besok harinya," kata Subari.

Salah satu warga yang sedang antre obat, Umi Baroh, sempat memberikan pertanyaan semisal ia sudah selesai melakukan pemeriksaan, kemudian tinggal menunggu obat saja di rumah karena menggunakan layanan Antor.

Semisal Umi belum sampai di rumah, tapi ada anaknya di rumah apakah pengantaran tersebut masih bisa diberikan atau tidak?

Pertanyaan dari warga Banjaranyar ini pun langsung dijawab oleh Ihsan, bahwa tidak masalah dan bisa diwakilkan. Terpenting sebelumnya disampaikan ke bagian farmasi.

"Iya tadi awalnya saya sempat bingung, tapi setelah bertanya dan dijawab ya alhamdulillah lega dan sudah paham. Kalau saya pribadi menganggap program ini bagus karena sangat membantu. Terlebih seperti saya yang sudah sepuh, jadi tidak perlu antre lama dan menunggu, bisa di rumah saja karena obat diantar," imbuh Umi. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved