Berita Slawi

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Tegal Akan Gelar Gebyar Posyandu Agustus Besok

Pemerintah Kabupaten Tegal sedang fokus untuk menangani permasalahan stunting yang angkanya cukup tinggi.

Dokumentasi
Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, saat mengajak jajaran Forkopimda dan sejumlah kepala OPD Pemkab Tegal untuk membuat video TikTok sebagai sosialisasi pencegahan stunting, berlokasi di Pendopo Amangkurat, Rabu (20/7/2022) kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal sedang fokus untuk menangani permasalahan stunting yang angkanya cukup tinggi, bahkan menempati posisi kedua terbanyak di Jawa Tengah setelah Kabupaten Wonosobo. 

Menurut Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, pihaknya belum bisa memastikan data kasus stunting yang sebenarnya. Hal tersebut lantaran terdapat dua versi data.

Jika mendasari data Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, mencatat sebanyak 28,1 persen balita di Kabupaten Tegal menderita stunting. 

Berbeda dengan data dari Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM), jumlah balita penderita stunting di Kabupaten Tegal hanya sekitar 11 persen. 

"Tujuan kami menggelar program Gebyar Posyandu pada Agustus tahun ini selain upaya menurunkan angka stunting, juga untuk melakukan pendataan stunting di Kabupaten Tegal."

"Sehingga diharapkan bisa menemukan data real kasus stunting berapa pastinya," ungkap Ardie, dalam rilis, Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka persiapan Gebyar Posyandu, di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal, Rabu (20/7/2022). 

Sementara pada Gebyar Posyandu ini, lanjut Ardie, dilakukan beberapa kegiatan seperti pengecekan stunting dengan alat Antropometri dari mulai tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala. 

Setelah dilakukan pendataan, selanjutnya dilakukan penanganan dari mulai ibu hamil berisiko tinggi dan balita.

Pada kesempatan yang sama, Ardie juga menegaskan bahwa penanganan stunting harus melibatkan semua sektor dari mulai kader KB, TP PKK, Bidan, tim pengarah dari Forkompimda dan lainnya.

Termasuk Kodim dan Polres Tegal juga bersedia membantu tim pelaksanaan penanganan stunting. 

“Penting diketahui, saat 1.000 hari pertama mulai dari nikah, hamil, hingga balita lahir, termasuk saat hendak menikah harus dicek kesehatannya apakah kurang zat besi atau tidak. Kemudian saat hamil harus diberikan asupan gizi yang cukup, dan lahir anak harus mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan dan asupan makanan tambahan lainnya," imbau Ardie. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Ruszaeni, menjelaskan data stunting di Kabupaten Tegal memang memiliki dua versi. 

Jika sesuai SSGBI sebanyak 28,1 persen dari jumlah Balita sekitar 117 ribu. Sedangkan, pada data PPGBM hanya 11 persen. 

Karena itu, pihaknya bakal melakukan pendataan secara riil dalam Gebyar Posyandu pada Agustus 2022 mendatang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved