Berita Jateng

Pelaku Penembakan Rina Istri Tentara Dijanjikan Imbalan Rp 200 Juta dan Mobil Toyota Yaris

Kopda Muslimin menjanjikan Agus Santoso alias gondrong imbalan Rp 200 juta dan Toyota Yariz untuk menembak Rina Wulandari, istri Kopda Muslimin.

TribunPantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Kelima tersangka penembak istri TNI Rina Wulandari dihadirkan pada konfrensi pers di Mapolda Jateng. Kelimanya dihadiahi timah panas saat dilakukan penangkapan. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kopda Muslimin menjanjikan Agus Santoso alias gondrong imbalan Rp 200 juta dan Toyota Yariz untuk menembak Rina Wulandari, istri Kopda Muslimin.

Agus menerangkan awalnya Kopda Muslimin menjanjikan Rp 200 juta untuk menembak Rina Wulandari.

Namun dirinya menolak tawaran tersebut karena dirasa tidak sesuai dengan resiko pekerjaannya.

"Saya bilang kalau Rp 200 juta tidak cukup bang. Terus waktu itu dia (Kopda Muslimin) bilang bagaimana caranya saya bisa mendapat kelebihan. Gimana bang enaknya."

"Dia bilang suruh merampoknya agar dapat kelebihan," tutur dia, saat dihadirkan untuk mensinkronkan keterangan di Polrestabes Semarang, Rabu (27/7/2022).

Dia menolak tawaran Kopda Muslimin tersebut. Namun Kopda Muslimin terus mendesaknya untuk mengambil barang-barang yang ada di rumah sebagai tambahan imbalan.

"Terus saya bilang tidak enak. Mending uang Rp 200 juta dan mobil Toyota Yariz. Dia pun setuju. Tapi anak-anak tahunya saya merampok rumahnya," ujarnya.

Terkait eksekutor, kata dia, tidak yang menunjuk siapa bagian menembak. Pada akhirnya penembakan dilakukan oleh Sugiono alias babi.

"Kalau saya tidak mau kalau diminta eksekutor. Karena saya tidak berani untuk membunuh. Karena saya masih punya hati nurani," imbuhnya.

Dikatakannya sehari sebelum pelaksanaan dirinya diminta uang tanda jadi di depan Masjid yang berada di dekat lokasi kejadian.

Namun rupanya rencana penembakan keesokan harinya berubah dan diminta langsung melakukan eksekusi.

"Saya pikir babi keluar dari gang mau memberikan uang tanda jadi. Kemudian kami tongkrong di depan gang membahas itu. Yang memerintahkan langsung eksekusi bang Mus waktu itu uang tanda jadi belum diberikan," tuturnya.

Agus menuturkan setelah eksekusi Kopda Muslimin menelponnya untuk mengambil uang di depan minimarket  rumah sakit tempat korban dirawat."

"Dia bersama Babi mengambil uang yang telah disiapkan Kopda Muslimin menggunakan mobil rental."

"Namun uang diberikan tidak sesuai harapan, saat itu Kopda Muslimin baru menyerahkan uang  Rp 120 juta dan sisanya diberikan kemudian hari."

"Padahal yang dijanjikan ke saya uang Rp 200 juta kalau berhasil Toyota Yariz untuk saya," ujar dia.

Menurut dia uang Rp 120 juta yang diterimanya dibagi dengan tiga pelaku lainnya. Tiga pelaku mendapatkan masing-masing mendapat Rp 24 sedangkan dirinya mendapat Rp 30 juta.

"Setelah saya hitung saya dapatnya Rp 30 juta. Uangnya saya belikan seserahan untuk menikah. Sementara sisanya habis untuk pernikahan," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved