Berita Kajen

Sumbang Perahu Karet untuk Polres Pekalongan, Bupati Fadia: Untuk Evakuasi Korban Banjir

Pemkab Pekalongan menyumbang satu unit perahu karet plus mesin tempel kepada Polres Pekalongan.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menyerahkan bantuan perahu karet kepada Polres Pekalongan, Selasa (2/8/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Pemkab Pekalongan menyumbang satu unit perahu karet plus mesin tempel kepada Polres Pekalongan.

Pemberian perahu karet ini sebagai sarana untuk membantu korban tenggelam dan evakuasi korban banjir yang ada di Kota Santri.

Perahu karet ini, langsung diserahkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq kepada Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, di halaman pendopo bupati, Selasa (2/8/2022).

Menurut Bupati Fadia, selama ini Polres Pekalongan selalu yang terdepan ketika di wilayah kerjanya terjadi bencana, baik banjir, orang tenggelam, tanah longsor, kebakaran, dan lainnya.

Melihat kinerja tersebut, Pemkab pun tak bisa menolak ketika institusi Polri di Kabupaten Pekalongan meminta bantuan perahu karet.

"Semoga dengan tambahan sarana perahu karet kepada Polres Pekalongan, akan semakin bersemangat dalam menjalankan kerja, terutama kepedulian terhadap kemanusiaan yang terkena musibah baik banjir, korban tenggelam di sungai maupun laut,'' ujar Fadia Arafiq.

Fadia mengatakan, perahu karet ini kapasitasnya cukup besar yakni bisa menampung sekitar 10-12 orang dan harganya sekitar Rp 118 juta.

Berdasarkan keterangan dari BPBD Kabupaten Pekalongan, periode dari Januari hingga bulan Agustus 2022 sudah ada 4 kejadian orang tenggelam di Kota Santri.

"Mesin tempel perahu karet ini ukurannya, 25 PK dan bisa digunakan di sungai yang besar ataupun laut," katanya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan yang sudah membantu perahu karet ukuran besar.

Menurutnya, sinergitas antara polres dengan Pemkab Pekalongan selama ini sangat bagus.

Bahkan beberapa waktu lalu, pemerintah daerah setempat juga memberikan anggaran ketika Polres Pekalongan membangun gedung baru.

"Perahu karet ini fungsinya untuk mengevakuasi korban banjir maupun tenggelam di sungai dan laut," katanya.

Sebelumnya, polres hanya memiliki satu unit perahu karet tanpa mesin dengan kapasitas bisa menampung sekitar enam orang.

Perahu karet jenis ini sering difungsikan untuk evakuasi warga yang menjadi korban banjir, khususnya orang tua dan anak anak.

Namun, ketika dimintai bantuan untuk mencari korban tenggelam di laut, alat ini kurang mampu sehingga minta back up Polda Jateng mendatangkan perahu karet bermesin tempel.

"Dengan adanya bantuan tersebut, saya sangat bersyukur karena bisa berfungsi secara keseluruhan, baik banjir dan evakuasi orang tenggelam."

"Terkait personel yang ditugaskan menyelematkkan korban tenggelam, jajarannya sering menggelar pelatihan dengan mendatangkan instruktur dari Brimob Pekalongan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved