Berita Slawi

Atlet Asal Kabupaten Tegal Ini Berhasil Bawa Empat Medali di ASEAN Para Games 2022

Prestasi dan capaian yang sangat mebanggakan tersebut, tentunya berkat kerja keras, latihan tanpa lelah, dan semangat pantang menyerah.

TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Banyu Tri Mulyo, atlet paralympic asal Kabupaten Tegal yang berhasil meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu, dari sejumlah nomor pertandingan tenis meja di ajang ASEAN Para Games ke-11 Tahun 2022 yang digelar di Kota Solo. 

Ditanya mengenai peringkat atau rangking nya di atlet paralympic tenis meja, Banyu menyebut ia saat ini berada di posisi 25 di seluruh dunia.

"Peringkat saya sementara ini posisi 25 dunia. Kalau ditanya target saya kedepan ya bisa naik lagi paling tidak mengamankan di posisi 15 dunia. Supaya posisinya aman bisa ikut olimpiade, sehingga ketika ada pertandingan saya harus rajin ikut supaya posisi aman tidak turun," ujarnya.

Selain mendapat apresiasi atas kejuaraan-kejuaraan yang diraih, anak dari pasangan Siswondo dan Taningsih ini, juga mendapat kesempatan menjadi CPNS di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) sejak tahun 2018 lalu.

Ditanya apakah ada kendala atau tidak selama pertandingan berlangsung, Banyu mengatakan tidak ada kendala sama sekali dan berlangsung lancar.

Sementara saat ditanya kapan mulai menggeluti atau suka tenis meja, Banyu mengatakan sudah sejak ia kecil tepatnya dari masih Sekolah Dasar (SD).

Kemudian dilatih oleh sang ayah dan kakak, sampai akhirnya bisa lebih serius menekuni olahraga tenis meja ini.

Tapi pada dasarnya Banyu memang hobi olahraga tenis, meskipun awalnya tenis lapangan, namun karena keterbatasan fisik dan lebih menghemat tenaga akhirnya lebih memilih tenis meja.

"Pesan saya untuk atlet di luar sana terutama yang memiliki keterbatasan, jangan mudah menyerah, terus berlatih, dan jangan minder dengan kondisi yang ada. Saat bertanding yang dipikirkan jangan hadiahnya apa, tapi fokus pada pertandingan dahulu. Karena kalau sudah rejeki, insyaallah akan ada hasilnya dan semangat berlatih. Menurut saya proses tidak akan mengkhianati hasil dan rejeki pasti akan selalu ada," pesan Banyu.

Selain itu, pria yang masih menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Surakarta semester 7 ini, juga memiliki harapan khususnya kepada Pemkab Tegal, supaya lebih memberikan perhatian kepada atlet seperti dirinya.

Mengingat sejauh ini, perhatian mungkin sudah ada dan diberikan, tapi Banyu berharap jauh lebih baik lagi terutama terkait penyambutannya setelah selesai bertanding.

Karena tidak memungkiri, apa yang Banyu raih sedikit banyak ikut mengangkat nama Kabupaten Tegal sebagai daerah asal dan tempat tinggalnya.

"Harapan saya, ya Pemkab Tegal lebih memperhatikan para atlet daerah yang ada. Karena kita tidak ada yang tahu, semisal ada potensi atlet yang bagus tapi karena pemerintah kurang memperhatikan terkadang atlet akan lebih memilih daerah lainnya. Mengingat sebetulnya di Kabupaten Tegal ini banyak potensi bagus, sehingga sayang jika tidak dirangkul dengan baik," harap Banyu.

Ibu dari Banyu, Taningsih, mengucapkan rasa bangganya kepada sang anak atas pencapaian prestasi selama ini.

Bahkan sang ibu menyebut Banyu sebagai kebanggaan keluarga. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved