Berita Slawi

Atlet Asal Kabupaten Tegal Ini Berhasil Bawa Empat Medali di ASEAN Para Games 2022

Prestasi dan capaian yang sangat mebanggakan tersebut, tentunya berkat kerja keras, latihan tanpa lelah, dan semangat pantang menyerah.

TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Banyu Tri Mulyo, atlet paralympic asal Kabupaten Tegal yang berhasil meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu, dari sejumlah nomor pertandingan tenis meja di ajang ASEAN Para Games ke-11 Tahun 2022 yang digelar di Kota Solo. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Banyu Tri Mulyo, atlet paralympic asal Desa Dukuh Salam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal berhasil meraih dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu, dari sejumlah nomor pertandingan tenis meja di ajang ASEAN Para Games ke-11 Tahun 2022 yang digelar di Kota Solo.  

Prestasi dan capaian yang sangat mebanggakan tersebut, tentunya berkat kerja keras, latihan tanpa lelah, dan semangat pantang menyerah pria kelahiran 7 Mei 1995 tersebut. 

Saat ditemui di rumahnya yang beralamat di Desa Dukuh Salam, RT 03/RW 03, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, wajah sumringah masih terlihat jelas tidak hanya pada Banyu tapi juga sang ibu, Taningsih. 

Dengan mengenakan celana training pendek dan kaos bewarna biru terang, Banyu membagikan sedikit ceritanya mengenai saat pertandingan yang ia hadapi kemarin, perasaan setelah memenangkan beberapa medali, sekaligus menceritakan awal mula ia menggeluti olahraga tenis meja, bahkan sampai menjadi atlet profesional.

Banyu bercerita, pada ajang ASEAN Para Games kemarin total medali yang diperoleh sebanyak empat medali.

Dari empat medali tersebut, Banyu meraih di nomor pertandingan tenis meja seperti medali emas yaitu nomor ganda putra dan beregu putra.

Kemudian di nomor ganda campuran, berhasil meraih medali perak.

Sedangkan satu medali perunggu berhasil diraih pada nomor tunggal putra. 

Sehingga total ada empat medali yang berhasil dibawa pulang oleh Banyu.

Pertandingan sendiri, untuk cabang olahraga tenis meja mulai 31 Juli - 5 Agustus 2022 di Solo.

"Perasaan sudah pasti sangat senang, karena bisa dibilang kita kan jadi tuan rumah, dan alhamdulillah bisa mendapatkan semua medali. Bahkan apa yang ditargetkan pelatih, kami bisa melampaui nya. Khusus tenis meja, pelatih menargetkan 12 medali emas yang berhasil kami peroleh sampai 27 medali emas," ungkap Banyu, Senin (8/8/2022).

Latihan untuk ASEAN Para Games 2022 kemarin, Banyu mengatakan sudah dilakukan sejak sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Mengingat setelah ASEAN Para Games ini, nantinya pada Oktober 2023 akan lanjut ke pertandingan ASEAN Games.

Bahkan Selasa (9/8/2022) besok, Banyu akan kembali melanjutkan aktivitas ke Jakarta.

Ditanya mengenai peringkat atau rangking nya di atlet paralympic tenis meja, Banyu menyebut ia saat ini berada di posisi 25 di seluruh dunia.

"Peringkat saya sementara ini posisi 25 dunia. Kalau ditanya target saya kedepan ya bisa naik lagi paling tidak mengamankan di posisi 15 dunia. Supaya posisinya aman bisa ikut olimpiade, sehingga ketika ada pertandingan saya harus rajin ikut supaya posisi aman tidak turun," ujarnya.

Selain mendapat apresiasi atas kejuaraan-kejuaraan yang diraih, anak dari pasangan Siswondo dan Taningsih ini, juga mendapat kesempatan menjadi CPNS di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) sejak tahun 2018 lalu.

Ditanya apakah ada kendala atau tidak selama pertandingan berlangsung, Banyu mengatakan tidak ada kendala sama sekali dan berlangsung lancar.

Sementara saat ditanya kapan mulai menggeluti atau suka tenis meja, Banyu mengatakan sudah sejak ia kecil tepatnya dari masih Sekolah Dasar (SD).

Kemudian dilatih oleh sang ayah dan kakak, sampai akhirnya bisa lebih serius menekuni olahraga tenis meja ini.

Tapi pada dasarnya Banyu memang hobi olahraga tenis, meskipun awalnya tenis lapangan, namun karena keterbatasan fisik dan lebih menghemat tenaga akhirnya lebih memilih tenis meja.

"Pesan saya untuk atlet di luar sana terutama yang memiliki keterbatasan, jangan mudah menyerah, terus berlatih, dan jangan minder dengan kondisi yang ada. Saat bertanding yang dipikirkan jangan hadiahnya apa, tapi fokus pada pertandingan dahulu. Karena kalau sudah rejeki, insyaallah akan ada hasilnya dan semangat berlatih. Menurut saya proses tidak akan mengkhianati hasil dan rejeki pasti akan selalu ada," pesan Banyu.

Selain itu, pria yang masih menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Surakarta semester 7 ini, juga memiliki harapan khususnya kepada Pemkab Tegal, supaya lebih memberikan perhatian kepada atlet seperti dirinya.

Mengingat sejauh ini, perhatian mungkin sudah ada dan diberikan, tapi Banyu berharap jauh lebih baik lagi terutama terkait penyambutannya setelah selesai bertanding.

Karena tidak memungkiri, apa yang Banyu raih sedikit banyak ikut mengangkat nama Kabupaten Tegal sebagai daerah asal dan tempat tinggalnya.

"Harapan saya, ya Pemkab Tegal lebih memperhatikan para atlet daerah yang ada. Karena kita tidak ada yang tahu, semisal ada potensi atlet yang bagus tapi karena pemerintah kurang memperhatikan terkadang atlet akan lebih memilih daerah lainnya. Mengingat sebetulnya di Kabupaten Tegal ini banyak potensi bagus, sehingga sayang jika tidak dirangkul dengan baik," harap Banyu.

Ibu dari Banyu, Taningsih, mengucapkan rasa bangganya kepada sang anak atas pencapaian prestasi selama ini.

Bahkan sang ibu menyebut Banyu sebagai kebanggaan keluarga. 

Keluarga pun akan selalu mendukung apapun yang Banyu pilih, selagi berdampak positif dan bermanfaat.

"Kami sebagai orangtua, dan semua keluarga mendukung Banyu. Kami tentu bangga dan selalu mendoakan yang terbaik, memberikan suport baik secara langsung ataupun lewat doa," kata Taningsih.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni, saat dimintai tanggapan mengenai prestasi yang diraih Banyu, dari Pemkab Tegal sendiri tentu ikut senang, dan merasa bangga atas pencapaian medali yang diperoleh. 

Selain itu, Uwes juga menuturkan bahwa Pemkab melalui Bupati Tegal, Umi Azizah, nantinya akan memberikan hadiah atau apresiasi khusus bagi Banyu.

Saat ditanya apa bentuk apresiasi atau hadiah yang diberikan? Uwes tidak menjawab secara gamblang, melainkan hanya mengatakan masih menjadi rahasia.

Tinggal menunggu nantinya Bupati Tegal, Umi Azizah yang akan langsung menyerahkan.

"Iya pastinya kami berikan apresiasi, sebagai bentuk penghargaan dari Pemkab Tegal kepada Banyu, karena sudah berhasil meraih total empat medali yaitu dua emas, satu perak, dan satu perunggu," imbuh Uwes. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved