Berita Jateng

Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,66 Persen pada Triwulan II 2022

Pertumbuhan tersebut meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 5,12 persen (yoy) dan lebih baik dibandingkan perekonomian nasional.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Kepala KPwBI Jateng, Rahmat Dwisaputra. 

Sementara itu, impor luar negeri Jawa Tengah melambat (dari tumbuh 14,69 persen; yoy menjadi 9,00 persen; yoy), terutama pada impor bahan baku dan barang konsumsi.

Selanjutnya, konsumsi pemerintah masih mengalami kontraksi 3,55 persen (yoy), lebih dalam dari triwulan sebelumnya sebesar -1,16 persen (yoy).

Hal tersebut disebabkan oleh penurunan belanja barang dan jasa sebagai dampak penyesuaian kontrak pengadaan barang dan jasa akibat kenaikan PPN 11 persen, serta keterbatasan ketersediaan barang pada e-catalog.

Kinerja investasi juga terkontraksi 0,66 persen lebih dalam dibanding triwulan sebelumnya (-0,24 persen; yoy).

Dari sisi domestik, kontraksi investasi disebabkan oleh penundaan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) di antaranya akibat perubahan desain, serta penerbitan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Sementara dari sisi eksternal, investor cenderung wait and see akibat ketidakpastian kondisi global paska normalisasi suku bunga kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

Dari sisi lapangan usaha (LU), sumber pertumbuhan terbesar PDRB Jawa Tengah berasal dari LU transportasi dan pergudangan (tumbuh 89,34 persen; yoy), serta LU penyediaan akomodasi dan makan minum (tumbuh 18,44 persen; yoy), seiring penerapan kebijakan pelonggaran mudik.

LU pertanian juga menjadi sumber pertumbuhan dengan tumbuh 4,93 persen (yoy), didorong oleh panen jagung di wilayah sentra Jawa tengah dan implementasi indeks pertanaman IP400 pada tanaman padi.

Namun demikian, kinerja LU industri pengolahan sebagai LU utama Jawa Tengah melambat, dari tumbuh 4,78 persen (yoy) pada triwulan lalu menjadi 4,06 persen (yoy) pada triwulan ini.

Perlambatan tersebut disebabkan oleh permintaan global yang cenderung menurun akibat kenaikan inflasi pada negara mitra dagang Jawa Tengah terutama Amerika Serikat, serta sikap proteksionisme beberapa negara produsen pupuk dan pangan.

Sektor utama Jawa Tengah yang lain yaitu LU perdagangan tumbuh 3,30 persen (yoy), juga melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (3,82 persen; yoy), disebabkan rata-rata penjualan stok ramadhan sudah terjual pada triwulan I 2022.

"Ke depan, pemulihan ekonomi Jawa Tengah diprakirakan terus berlanjut didukung oleh Covid-19 yang terkendali dan peningkatan mobilitas masyarakat."

"Namun demikian perbaikan ekonomi diperkirakan tidak sekuat proyeksi sebelumnya, disebabkan ekspor yang masih tertahan, kenaikan harga energi dan pangan global, serta proteksionisme ekspor beberapa negara produsen pangan dan pupuk," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved