Berita Jateng

Tim Dosen Magister Manajemen USM Beri Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Pelaku UMKM

Tim pengabdian kepada masyarakat Prodi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Semarang, melakukan pelatihan pembuatan jurnal.

Penulis: faisal affan | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Salah satu narasumber pelatihan saat memberikan pemaparan tentang bagaimana membuat laporan keuangan yang baik dan benar untuk pelaku UMKM di Kota Semarang. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Tim pengabdian kepada masyarakat Prodi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Semarang, melakukan pelatihan pembuatan jurnal sebagai langkah awal dalam penyusunan laporan keuangan dengan sistem akuntansi.

Pengabdian tersebut dilaksanakan di Universitas Semarang dengan ketua tim pelaksana Dr. Wyati Saddewisasi. Adapun dua orang anggota Dr. Djoko Santoso dan Surjawati, juga ikut serta dalam pelatihan ini.

"Peserta pelatihan tersebut adalah para pengusaha UMKM di kota Semarang," terang Wyati, kemarin.

Manfaat yang diperoleh pihak pengusaha UMKM dari mengikuti kegiatan pelatihan tersebut yakni dapat membuat jurnal sebagai langkah awal dalam membuat laporan keuangan berbasis akuntansi.

"Bisa juga peserta dapat menularkan ilmunya pada pemilik usaha UMKM yang tidak mengikuti pelatihan. Kemudian informasi tentang pembuatan jurnal dapat dilanjutkan ke proses selanjutnya pada pembuatan laporan keuangan dengan sistem akuntansi," jelasnya.

Ia melanjutkan, para pelaku UMKM juga mendapatkan kemampuan untuk membuat laporan keuangan dan memahami manfaat laporan keuangan semakin meningkat.

Lalu mereka mudah memasukkan data keuangan dengan software yang berbasis akuntansi.

"Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, tutorial, dan diskusi. Berdasarkan hasil evaluasi, setelah peserta mengikuti pelatihan mereka mampu memahami pembuatan jurnal 95 persen," tambahnya.

Meski begitu, masih ditemukan beberapa kesalahan ketika membuat jurnal.

Hal tersebut disebabkan oleh kekeliruan dalam membuat analisis transaksi.

Kesalahan tersebut membuat laporan keuangan menjadi tak sesuai.

"Kami mengharapkan para peserta banyak latihan untuk mengerjakan analisis transaksi agar terampil dalam membuat jurnal dan laporan keuangan pun akan disajikan dengan benar," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved