Berita Batang

Gencar Lakukan Vaksinasi, Dislutkanak Batang Pastikan Akhir 2022 Zero PMK

Dislutkanak Kabupaten Batang makin menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di hampir seluruh wilayah, terutama zona hijau.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Dina Indriani
Petugas Dislutkanak Batang saat melakukan pemeriksaan sapi yang terindikasi terjangkit PMK di Menguneng, Warungasem, Selasa (17/5/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Kabupaten Batang makin menggencarkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di hampir seluruh wilayah, terutama zona hijau.

Berdasarkan data statistik jumlah keseluruhan ternak di Kabupaten Batang mencapai 23 ribu.

Kepala bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dislutkannak Batang Syam Manohara memastikan kasus PMK di Kabupaten Batang bisa zero kasus yang artinya seluruh ternak bebas dari penularan PMK.

Ia menerangkan, kasus PMK di Kabupaten Batang sudah melandai hal itu dibuktikan tingkat kesembuhan ternak yang tinggi.

“Dari suspek 1.470 ekor, 825 ekor di antaranya sudah sembuh total dan 645 ekor lainnya belum dinyatakan sembuh."

"Dan 30 persen dari 645 ekor itu sudah menunjukkan tanda-tanda membaik, ditandai dengan kondisi ternak yang sudah mau makan,” jelasnya, Rabu (24/8/2022)

Lebih lanjut, penyebab lain melandainya PMK di Batang karena vaksin dosis pertama sudah mencapai 4.989 ekor dan dosis kedua mencapai 2.596 ekor.

Sampai saat ini petugas berkonsentrasi untuk memvaksin ternak yang berada di wilayah zona hijau.

“Nanti kalau ternak-ternak di desa zona hijau sudah divaksin semua, petugas akan beralih ke wilayah dusun atau dukuh zona hijau,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk ternak yang sudah terpapar atau positif PMK, akan diberikan pengobatan intensif.

“Satu kali kunjungan ternak sapi mendapatkan empat obat injeksi, yakni antibiotik, analgesik, antipiretik dan vitamin. Kunjungan dilakukan sebanyak tiga kali, biasanya pada kunjungan ketiga sudah mengarah untuk sembuh,” ujar

Dislutkannak Batang mendapat alokasi dari Pemerintah Pusat, produk vaksin Aftopor dari negara Prancis.

“Sampai sekarang produk vaksin dari dalam negeri, belum diujicoba dan belum diedarkan, makanya kami pakai vaksin buatan Prancis,” imbuhnya.

Dijelaskannya, keunggulan vaksin Aftopor bagi ternak sapi, di suasana pandemi seperti ini daya tahan tubuhnya tetap terjaga dan tidak mudah terpapar PMK.

“Kalau di ternak cukup tiga kali vaksin, tidak perlu sampai empat kali seperti manusia,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved