Berita Pekalongan

Festival Bubur Suro Pekalongan Berlangsung Meriah, Ini Harapan Wali Kota Aaf

Puncak kegiatan Festival Bubur Suro Kota Pekalongan berlangsung meriah serta mendapat antusias dari ribuan warga, Minggu (28/8/2022) malam.

Dokumentasi
Suasana pelaksanaan festival bubur suro di Jalan Jlamprang Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, Minggu (28/8/2022) malam. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Puncak kegiatan Festival Bubur Suro Kota Pekalongan berlangsung meriah serta mendapat antusias dari ribuan warga, Minggu (28/8/2022) malam.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komunitas Jalan Jlamprang (Kujajal) Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara.

Festival yang digelar dalam rangka memperingati 10 Muharram/ Asyuro tersebut berlangsung di Jalan Jlamprang, dekat dengan Masjid Aulia Krapyak.

Hadir dalam kegiatan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Ketua DPRD Kota Pekalongan M Azmi Basyir dan Ketua TP PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya.

Ada sekira 3.000 porsi bubur suro yang dibagikan kepada masyarakat. 

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengapresiasi dan bersyukur kegiatan festival bubur suro bisa digelar kembali pada 2022.

Terlebih kegiatan tersebut mendapat antusias dari ribuan warga hingga memadati kawasan Jalan Jlamprang.

Ia menilai, momentum ini sekaligus untuk membangun tali silaturahmi dan mengembangkan potensi, kreativitas, dan budaya di Krapyak. 

"Acara festival bubur suro pada malam ini sangat luar biasa. Sebab lebih dari dua tahun terakhir, tidak ada acara seperti ini."

"Alhamdulillah pada tahun ini bisa kembali digelar," kata Aaf dalam rilis. 

Pada kesempatan itu, Aaf mengatakan, bubur suro bisa menjadi ikon hidangan khas dari Kota Pekalongan, selain kuliner megono dan soto tauto.

Karena kegiatan festival tersebut juga merupakan tradisi di Kota Pekalongan.

Lalu bubur suro ini hanya ditemukan di Kota Pekalongan, tepatnya di Kelurahan Krapyak.

Terbuat dari beras dengan tambahan bumbu, rempah, jinten, kacang hijau, santan, dan dihiasai irisan mentimun, telur ayam, dan sebagainya.

"Festival bubur suro diharapkan bisa menjadi momentum mengenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas, terutama diseluruh Indonesia."

"Tidak hanya itu, bubur suro ini diharapkan menjadi ikon hidangan khas Kota Pekalongan, selain megono dan tauto," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved