Berita Batang

Ihwal Oknum Guru Agama Cabuli Siswi, Ini Tanggapan Ketua PGRI Batang

Atas perilaku tak terpuji yang dilakukan oknum guru itu pihaknya memastikan yang bersangkutan berpotensi untuk diberhentikan dari PNS.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Dina Indriani
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang, M Arif Rachman. 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Perilaku tercela dilakukan salah satu oknum guru agama berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Batang yang melakukan aksi pencabulan terhadap siswinya.

Peristiwa memalukan itu pun turut disayangkan oleh sejumlah pihak, salah satunya Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang, M Arif Rachman. 

"Tentunya kami dari PGRI merasa prihatin atas kejadian ini, selaku organisasi profesi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tua dan para korban," tuturnya saat ditemui, Senin (29/8/2022).

Lebih lanjut, atas perilaku tak terpuji yang dilakukan oknum guru itu pihaknya memastikan yang bersangkutan berpotensi untuk diberhentikan dari PNS.

Proses berlangsung setelah menunggu proses secara hukum selesai. 

Arif mengatakan bahwa oknum guru itu jelas melanggar kode etik sebagai guru. 

"Pelanggaran kode etik yang sangat berat dan dianggap tidak bisa lagi menjalankan fungsi sebagai guru," ujarnya.

Secara hukum, lanjut dia PGRI menyerahkan oknum ini kepada pihak yang berwenang agar diproses sesuai hukum yang berlaku. 

"PGRI memastikan akan mengawal terutama untuk korban akan kami laksanakan kegiatan trauma healing agar perkembangan psikologisnya tidak terganggu dan cepat pulih dari peristiwa ini," jelasnya. 

Ia mengimbau kepada guru agar terus menjaga menjaga marwah guru sebagai pendidik.

"Guru harus menjadi panutan teladan, tidak hanya bagi siswa tetapi juga teladan bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved