Berita Jateng

Serikat Pekerja Kudus Edukasi Kesehatan 120 Buruh Perempuan Tekan Angka Kematian Ibu

Angka kematian ibu di Kabupaten Kudus mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
120 pekerja perempuan mengikuti seminar kesehatan ibu dan anak oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja (SP) Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (RTMM) PT Djarum Kudus, Minggu (28/8/2022) di Waterpark Mulia Wisata. 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Angka kematian ibu di Kabupaten Kudus mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Pada 2019 lalu, kasus kematian ibu berjumlah 11 orang, naik menjadi 15 kasus pada 2020, dan 21 kasus pada 2021.


Kondisi ini berbanding terbalik dengan kasus kematian anak cenderung menurun, dari 123 kasus pada 2019, 122 kasus pada 2020, dan 96 kasus pada 2021. 


Guna membantu pemerintah daerah dalam rangka menekan angka kematian ibu, Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja (SP) Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (RTMM) PT Djarum Kudus menggandeng 120 pekerja perempuan mendapatkan edukasi kesehatan.


Kegiatan dikemas dalam sebuah seminar dibimbing langsung oleh expert di bidang kesehatan, Minggu (28/8/2022) di Waterpark Mulia Wisata.


Ketua PUK SP RTMM PT Djarum Kudus, Ali Muslikhin mengatakan, ada 45.858 pekerja yang tergabung dalam serikat PT Djarum, di mana 95 persennya merupakan kaum perempuan.


Karena itu, pihaknya mulai menggalakkan kegiatan yang bisa mengedukasi dan memberikan pemahaman tentang kesehataan kepada pekerja perempuan.


Dia ingin, perempuan bisa mengambil peran sebagai seorang ibu untuk anak-anak, tanpa harus meninggalkan rutinitas dunia kerja. 


"Kami punya tanggungjawab mengawal pola hidup sehat pekerja wanita, karena memang sebagian besar tenaga kerja PT Djarum adalah perempuan.

Kami juga edukasikan tentang pencegahan stunting dan asi eksklusif," terangnya. 


Menurut dia, program ini baru pertama kali diterapkan untuk mendongkrak kualitas kesehataan pekerja perempuan.


Selanjutnya, Ali berharap program serupa bisa dijalankan setiap tahun dengan melibatkan pekerja perempuan usia produktif, mulai dari 20-35 tahun. 


"Hari ini, kami gandeng 120 pekerja perempuan dari perwakilan semua unit PT Djarum.

Mereka akan diedukasi soal kesehatan bagi tubuh, karena itu penting untuk menunjang kinerja masing-masing," terangnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved