Berita Jateng

Serikat Pekerja Kudus Edukasi Kesehatan 120 Buruh Perempuan Tekan Angka Kematian Ibu

Angka kematian ibu di Kabupaten Kudus mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
120 pekerja perempuan mengikuti seminar kesehatan ibu dan anak oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja (SP) Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (RTMM) PT Djarum Kudus, Minggu (28/8/2022) di Waterpark Mulia Wisata. 


Dia menyebut, kesehatan pekerja akan jadi prioritas utama yang perlu diantisipasi dan diwaspadai sejak dini, karena sering kali perempuan melalaikan faktor kesehatan tubuh. 


"Kalau semua sehat, produksi pekerja juga meningkat, jadi lebih maksimal," sambungnya. 


Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmadi menyatakan, upaya menekan angka kematian ibu jadi PR bersama oleh pemerintah kabupaten dan semua pihak yang terkait. 


Menurutnya, bidang ekonomi dan kesehatan perlu didorong agar segera bangkit dengan cepat, karena dua sektor ini saling berkesinambungan untuk keberlangsungan hidup masyarakat. 


Rini menyebut, kesehatan pekerja perempuan jadi satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, baik di bidang industri berskala besar maupun skala UKM. 


Dia berharap, pekerja wanita bisa memperhatikan kesehatan diri tanpa melupakan kesehatan anak, untuk mencegah terjadinya stunting. 


"Pandemi membawa dampak bagi kita semua, tidak hanya perusahaan besar, tapi juga para pelaku UKM di Kabupaten Kudus," ujarnya.


Rini menyebut, saat ini ada 113 ribu tenaga kerja yang terdata di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kudus.


Dari jumlah tersebut, lanjutnya, 80 ribu di antaranya merupakan kaum perempuan.


Pihaknya mendorong terus upaya-upaya dari PUK serikat pekerja berbagai perusahaan, agar lebih memperhatikan para pekerjanya, terutama di bidang kesehatan.


"Untuk perlindungan tenaga kerja di Kudus, sebagian besar sudah terlindungi, baik dari bidang kesehatan maupun kecelakaan kerja.

Selanjutnya perlu edukasi terkait pola hidup sehat," tuturnya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved