Berita Batang

Disdikbud Bakal Beri Trauma Healing ke Korban Pencabulan Oknum Guru di Batang

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang bakal memberikan trauma healing kepada korban pencabulan

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/Dina Indriani
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disdikbud Batang, M. Arif Rahman 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang bakal memberikan trauma healing kepada korban pencabulan oknum guru agama SMP di wilayah Gringsing.


"Kami segera akan melakukan trauma healing kepada korban, jadi kita tidak terbatas kepada para korban tapi kami akan melakukan secara umum agat bisa menjamin perkembangan psikologis anak agar lebih baik," tutur Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disdikbud Batang, M. Arif Rahman kepada Tribunjateng.com, Selasa (30/8/2022).


Lebih lanjut, sebelumnya pihaknya telah membuka posko pengaduan bagi para korban bersama dengan Polres dan Polsek 


"Posko pengaduan dibuka di sekolah, dilakukan tidak secara terbuka karena menyangkut nama baik ya," ujarnya.


Dikatakannya dalam menyikapi kasus ini, pihaknya melakukan dengan hati-hati hal itu agar siswa pasca peristiwa ini bisa tetap melanjutkan pendidikan dengan baik tanpa trauma.


"Kita lakukan dengan sangat hati-hati, hal-hal seperti ini tentu sangat disayangkan dan tidak ingin terjadi pada siapa pun, tentu kita harus melindungi dan merangkul karena menyangkut perkembangan psikologi anak," imbuhnya.


Sementara, itu hingga saat ini korban pencabulan yang telah melaporkan ke Polres Batang mencapai 13 orang.


"Hari ini ada enam laporan baru, sebelumnya tujuh laporan sudah kami proses, dan kemungkinan akan bertambah nanti akan dirilis," terang Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo.


Lebih lanjut, dalam pengakuan  sementara tersangka mengaku melakukan tindakan asusila pada lebih dari 20 siswi.


"Ini masih didalami lebih lanjut, dalam proses," ujarnya


Oknum guru yang melakukan perilaku bejat itu bernama Agus Mulyadi (33) warga Kabupaten Kendal dan merupakan guru agama dan juga sebagai pembina OSIS di sekolah


Modus pelaku mencabuli siswi melalui kegiatan OSIS, dengan beralasan melakukan tes kejujuran kemudian tersangka melakukan pelecehan ke alat vital para korban. 


Untuk kejadian itu berlangsung dalam kurun waktu sekitar Juni sampai Agustus yang kami ketahui, 


"Ada beberapa yang dilecehkan. Ada beberapa juga yang disetubuhi, masih kami kembangkan, informasi sampai 30-an," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved