Berita Slawi

Kekurangan Air Bersih, Warga Desa Tamansari Tegal Pakai Air Sungai untuk Kebutuhan Sehari-hari

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga memanfaatkan air sungai seperti mencuci pakaian dan mandi.

TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Warga sedang mengambil air di sungai terdekat dari Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal yang jaraknya kurang lebih 1 Km. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Meskipun Kecamatan Jatinegara secara geografis terletak di wilayah pegunungan, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi kekurangan air bersih terutama saat lama tidak turun hujan. 

Kondisi tersebut, saat ini sedang dialami warga Desa Tamansari, Kabupaten Tegal, desa yang terletak di sebelah utara Kecamatan Jatinegara ini beberapa pedukuhannya mengalami  kekurangan air bersih.

Kepala Desa Tamansari, Tarno, mengungkapkan pedukuhan yang mengalami kekurangan air bersih yaitu Dukuh Sokaraja RT 19/RW01, Dukuh Tembara RT 20/RW02, Dukuh Sokaraja RT 05/RW03, Dukuh Tengah RT 12/RW05, dan Dukuh Karanganyar RT 21/RW03. 

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga memanfaatkan air sungai seperti mencuci pakaian dan mandi. 

"Desa kami letaknya paling utara dan paling bawah, apabila hujan tidak turun selama satu bulan maka akan mengalami kekurangan air bersih."

"Tapi alhamdulillah pemerintah desa sudah membuat penampungan air bersih pamsimas yang bersumber dana dari APBN dan dana desa," ungkap Tarno, Rabu (31/8/2022).

Meski Pemerintah Desa Tamansari sudah berupaya membuat penampungan air bersih dan Pamsimas, namun dikatakan Tarno belum bisa mencukupi kebutuhan air untuk semua warga.

"Rencana kami akan membuat penampungan air bersih di lima titik, namun adanya pandemi Covid-19 selama dua tahun anggaran dialihkan sehingga kami tidak bisa membangun penampungan air bersih. Padahal setiap penampungan air bersih saat ini hanya bisa untuk mengaliri 200 rumah, jadi saat ini hanya 400 rumah yang menggunakan air bersih dari pamsimas." jelas Tarno.

Terpisah, warga Desa Tamansari, Daroh, menyampaikan bahwa sudah sekitar satu bulan di desanya tidak turun hujan. 

Alhasil terjadi krisis air bersih dan cukup menyulitkan warga, terutama jika ingin mandi, mencuci baju, memasak, dan lain-lain. 

Baik pemerintah desa maupun warga sangat mengharapkan agar pemerintah daerah bisa mengaloaksikan dana untuk pembangunan penampungan air bersih.

"Sudah satu bulan desa saya tidak turun hujan, makanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya harus berjalan sekitar 1 km ke sungai untuk mandi, mencuci pakaian, dan mengambil air bersih untuk diminum maupaun masak," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved