Berita Pekalongan

Pemkot Pekalongan Beri Jamsostek Bagi 1.000 Pekerja Informal, Ini Enam Kelompok Penerima

Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen memprioritaskan enam kategori pekerja informal agar terdaftar dan mendapatkan perlindungan Jamsostek.

Dokumentasi
Rapat koordinasi antara Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan dan BP Jamsostek Cabang Pekalongan mengevaluasi progres program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja informal. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen memprioritaskan enam kategori pekerja informal agar terdaftar dan mendapatkan perlindungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Komitmen tersebut ditetapkan melalui Peraturan Walikota Nomor 19B Tahun 2022 tentang Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Enam kategori pekerja informal tersebut, meliputi pengayuh becak, sopir angkot sistem setoran, tukang pijat tunanetra atau disabilitas, lebe non PNS, pengatur lalu lintas tunarungu, dan penggali kubur.

Kuota kepesertaan berjumlah 1.000 orang.

Baca juga: Minimarket Wins Mart Jepara Terbakar, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Tetapi yang datanya sesuai dan terverifikasi baru sejumlah 223 orang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso mengatakan, pemerintah kota melibatkan lurah dan camat untuk menyampaikan informasi dan mendata warganya yang masuk kategori. 

Sekaligus menelusuri calon penerima manfaat program jaminan sosial tersebut. 

"Tiap kepala keluarga hanya bisa mendaftar satu kepesertaan."

"Lalu dari kuota 1.000 peserta, masing-masing kelurahan sudah ditetapkan jumlah penerimanya berdasarkan proporsi jumlah penduduk," kata Budi, dalam rilis, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Minimarket Wins Mart Jepara Terbakar, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Budi mengatakan, peserta yang diusulkan statusnya tidak sedang menerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Ia pun mengimbau, lurah untuk mengusulkan calon peserta melalui pengisian formulir pendaftaran.

Selanjutnya data usulan akan direkap, dikirimkan, serta diverifikasi oleh Dinperinaker dan BPJamsostek. 

“Untuk daftar calon peserta yang ditetapkan sebagai peserta program akan ditetapkan dengan SK Walikota serta akan dibayarkan kepesertaannya dalam program BPJamsostek," jelasnya.

Baca juga: Dorong Penderita ODHA Tidak Takut Melapor, Gubernur Ganjar: Kita Akan Lindungi Mereka

Kepala BP Jamsostek Cabang Pekalongan, Fara Diana mengatakan, progres dari program tersebut saat ini masih dalam tahap pendataan yang dilakukan oleh Dinperinaker Kota Pekalongan. 

Menurutnya jumlah data yang terkumpul memang hampir mencapai angka 1.000 orang. 

Tetapi banyak pendaftar yang pekerjaannya tidak sesuai dengan enam kategori pekerja informal di dalam Perwal Nomor 19B Tahun 2022

Sementara data yang sesuai dan masuk dalam kriteria jumlahnya baru 223 orang.

Baca juga: Bank Mandiri Gelar Program Pesta Wisata 2022, Ini Keuntungan Bagi Pemegang Kartu Kredit

"Sehingga kedepan akan kami usulkan kembali secara bertahap. Insyaallah mulai hari ini iuran mereka akan dibayarkan oleh Dinperinaker Kota Pekalongan," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved