Hukum dan Kriminal

Bejat, Ini Modus Guru Agama SMP di Batang Cabuli dan Setubuhi Siswinya, Jumlah Korban Capai 45 Orang

Puluhan siswi menjadi korban asusila yang dilakukan AM (33) selaku guru agama dan pembina osis di sebuah SMP di Kabupaten Batang.

TribunPantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
AM (33) pelaku asusila merupakan guru agama di Kabupaten Batang dihadirkan pada konferensi pers di lobi Ditreskrimum Polda Jateng, Rabu (7/9/2022). Dia hanya menunduk saat dihadirkan di hadapan awak media. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Puluhan siswi menjadi korban asusila yang dilakukan AM (33) selaku guru agama dan pembina osis di sebuah SMP di Kabupaten Batang.

Hal tersebut terungkap saat dilakukan konferensi pers di lobi Ditreskrimum Polda Jateng, Rabu (7/9/2022).

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menuturkan, tersangka AM telah melakukan perbuatan cabul dan persetubuhan kepada murid-muridnya.

Modus yang dilakukan tersangka yaitu pemilihan anggota OSIS.

Baca juga: Dedy Yon Dukung Deklarasi FKUB Kota Tegal Wujudkan Tahun Toleransi, Ini Pesannya

"Korbannya dibagi menjadi tiga klaster yakni kelas 7, 8, dan 9," ujarnya.

Menurutnya, untuk kelas 7, pelaku hanya mencabuli korban.

Namun jika korban telah biasa, tersangka melakukan persetubuhan.

"Saat ini ada 10 orang yang diduga menjadi korban persetubuhan dan 35 orang menjadi korban pencabulan," ujarnya.

Baca juga: Polres Demak Bongkar Praktik Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Pelaku Modifikasi Truk Tangki

Dikatakannya, tersangka melakukan perbuatan bejatnya di beberapa tempat sekolah itu yaitu ruangan OSIS, kelas, dan gudang dekat Musala.

Tersangka dijerat pasal 82 ayat 2 dan pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2015 tentang UU Perlindungan anak.

"Tersangka terancam hukuman 15 tahun dan ditambah sepertiga karena pelaku merupakan guru korban," ujarnya.

Dikatakannya, hasil penyelidikan tersangka bekerja di SMP itu sejak tahun 2020.

Baca juga: Cerita Awak Kapal Asal Tegal yang Sukses Melaut hingga Punya Usaha Dekorasi dan Laundry

Kemudian yang bersangkutan menjadi guru SD di luar Kabupaten Batang.

"Hasil penyelidikan hingga saat ini kami belum mendapat TKP (laporan) lain. Kami masih terus mendalami."

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved