Suharso Monoarfa Dicopot

Soal Amplop Kiai, Sekretaris DPC PPP Pati Yakin Suharso Monoarfa Tidak Ada Niat Melecehkan

DPC PPP Pati meyakini bahwa Suharso Monoarfa tidak memiliki niat melecehkan sedikit pun dalam pernyataannya mengenai “amplop kiai”.

Acep Nazmudin
Suharso Monoarfa di sela Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Kota Serang, Banten, Jumat (19/7/2019). 

TRIBUNPANTURA.COM, PATI - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati, Zamroni, meyakini bahwa Suharso Monoarfa tidak memiliki niat melecehkan sedikit pun dalam pernyataannya mengenai “amplop kiai”.

Sebagaimana diketahi, pernyataan mengenai “amplop kiai” yang diutarakan Suharso Monoarfa memicu konflik di tubuh PPP.

Bahkan Suharso sampai dicopot dari jabatan Ketua Umum Partai.

“Setelah kami mengikuti pernyataan Ketua Umum saat kegiatan yang dilaksanakan KPK, kami bisa mengambil kesimpulan bahwa yang disampaikan Pak Ketua Umum tidak melecehkan kiai."

"Hanya saja narasi yang dibuat memang khilaf. Tapi saya yakin Pak Ketum tidak sedikit pun punya niat melecehkan,” ujar Zamroni via sambungan telepon, Kamis 8 September 2022.

Baca juga: Polres Batang Ajak Mahasiswa Bagikan Sembako ke Warga Terdampak Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Ihwal Temuan Mayat Terbakar yang Diduga Pegawai Bapenda yang Hilang, Ini Tanggapan Pemkot Semarang

Zamroni mengakui, kader-kader di bawah sempat menyayangkan pernyataan Suharso.

“Namun, setelah mendengarkan secara utuh,  kemudian dilakukan tabayyun atau klarifikasi oleh Ketum bersama Sekjen ke beberapa kiai khos kami, juga (kiai) di luar PPP, itu kan akhirnya bisa menerima,” ucap dia.

Karena itu, lanjut Zamroni, pihaknya secara pribadi maupun secara organisasi amat menyayangkan keputusan musyawarah Majelis Syariah, Majelis Kehormatan, dan Majelis Pertimbangan PPP yang mencopot Suharso Monoarfa.

“Kami sudah lelah konflik terus. Apalagi saat ini kami sedang fokus, konsentrasi, untuk verifikasi Parpol sebagai pintu masuk PPP lolos menjadi kontestan Pemilu 2024,” ujar dia.

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot di Pekalongan Akan Dinaikan, Ketua Organda: 20-30 Persen

Menurut Zamroni, konflik ini merugikan partai.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved