Berita Slawi

Video Cerita Sukses Merintis Usaha Aksesoris, Berawal dari Hobi

Pemasaran aksesoris Izzi Craft tak hanya di Kabupaten Tegal atau Indonesia saja tapi sudah sampai luar negeri.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: restu dwi r

Mengangkat budaya lokal Kabupaten Tegal, bros buatan Ivon mengusung tema batik Tegalan yang memiliki ciri khas tersendiri.

"Setiap harinya kami selalu produksi karena untuk memenuhi stok dan juga agen yang sudah langganan ambil di sini."

"Sampai sekarang sudah ada lima agen yang langganan, sedangkan di luar Tegal kami ada di Bandara Udara Internasional Ahmad Yani dan Yogyakarta International Airport (YIA)," jelasnya.

Untuk pemasaran produk, ibu dua anak ini mengaku selain di area Tegal dan sekitarnya, Izzi Craft juga sudah menyeluruh di wilayah Indonesia.

Bahkan penjualan juga sudah sampai luar negeri di antaranya Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Brunei Darussalam, dan India.

Produk yang paling diminati warga luar negeri yaitu gelang dari manik-manik batu dan mutiara.

Sedangkan untuk penjualan aksesoris, Ivon mengaku bisa sampai 1.500-2.000 pcs per bulannya. 

Tapi jumlah tersebut belum dengan penjualan bahan baku pembuatan aksesoris, jadi hanya penjualan aksesoris sudah siap pakai saja.

"Untuk aksesoris, segmen kami memang menyasar menengah atas, jadi harga mulai Rp 20 ribu-Rp 50 ribu, kemudian gelang mulai Rp 50 ribu-Rp 250 ribu."

"Sedangkan kalung paling mahal Rp 600 ribu per pcs. Untuk strap masker harga mulai Rp 10 ribu-Rp 35 ribu per pcs."

"Tentunya harga satuan dan jika beli banyak berbeda, harga agen juga beda lagi," tutur Ivon.

Bagi yang penasaran dan ingin melihat secara langsung koleksi produk aksesoris Izzi Craft, dan ingin berekreasi secara langsung atau membuat gelang, kalung sendiri, bisa datang ke rumah produksi karena buka setiap hari.

Waktu operasional buka setiap hari, mulai pukul 08.30 WIB - 19.30 WIB.

"Silahkan datang ke rumah saya jika ingin melihat-lihat atau membeli secara langsung. Insyaallah jika ingin request sesuai selera bisa kami buatkan selagi bahan-bahan nya ada," kata Ivon.

Pada kesempatan yang sama, Ivon juga berbagi cerita bahwa beberapa waktu lalu ia sempat mengikuti pelatihan berjenjang yang diadakan oleh Balai Latihan Koperasi (Balatkop) Diskopukm Provinsi Jateng yang dimulai Februari 2022 lalu. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved