Berita Jateng

Kisah Suami Istri di Kudus Olah Sampah Organik Rumah Tangga Jadi Pupuk Tanaman

Persoalan sampah saat ini masih menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Kudus.

Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Ahmad Munaji (45) pegiat lingkungan asal Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus menunjukkan sampah organik yang dikumpulkan untuk dijadikan pupuk, Minggu (11/9/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Persoalan sampah saat ini masih menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Kudus.


Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus mencatat, produksi sampah di Kota Kretek mencapai 160 ton per hari, didominasi oleh sampah domestik atau rumah tangga.

Sementara kapasitas daya tampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo sudah over load. 


Kondisi ini menjadi keprihatinan semua pihak, dari kalangan pemerintah hingga pegiat lingkungan.


Ahmad Munaji (45) dan Maya Wahyu Suciningsih (45), pegiat lingkungan asal Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus mendirikan rumah pengelola sampah organik bernama bank sampah organik Insan Mulia.


Keduanya mulai merintis pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk sejak 2015, dan kini sudah berhasil mengelola kurang lebih 82 ton sampah.


Munaji dan istrinya menyulap sampah organik limbah rumah tangga menjadi pupuk cair dan padat.

Hasilnya, diberikan kepada warga sekitar, sebagian dimanfaatkan sendiri untuk bercocok tanam, dan sisanya dijual. 


"Sejak 2015 lalu, saya dan istri mencoba meramu sampah organik jadi produk yang bernilai.

Mengelola sendiri, hasilnya saya prioritaskan untuk warga sekitar yang membutuhkan, kalau ada sisa saya jual," terangnya, Minggu (11/9/2022).


Munaji dan Maya memproduksi pupuk organik di sebuah gubuk dekat rumahnya di Perumahan Muria Indah RT 10 RW 07, Desa Gondangmanis. 


Mereka mengumpulkan jenis sampah sisa makanan, dedaunan, sampah dapur, dan jenis sampah organik lainnya.


Keduanya juga mengambil sampah-sampah organik yang dikumpulkan warga sekitar. 


Untuk bisa menghasilkan pupuk siap pakai, Munaji membutuhkan waktu 2-3 bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved