Berita Kajen

Kenaikan Tarif Angkutan di Kabupaten Pekalongan akan Dibahas di Forum LLAJ

Adanya kenaikan harga BBM, angkutan kota Kabupaten Pekalongan belum menaikan harga kerena menunggu keputusan pemerintah.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Fajar Bahruddin Achmad
Suasana bus menunggu penumpang di Terminal Tipe A Kota Pekalongan, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Dalam menentukan tarif angkutan di Kabupaten Pekalongan imbas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), akan dilakukan pembahasan di Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).

Kemudian hasil kesepakatan akan diajukan menjadi Peraturan Bupati (Perbup). 

Adanya kenaikan harga BBM, angkutan kota Kabupaten Pekalongan belum menaikan harga kerena menunggu keputusan pemerintah.

Untuk itu, kenaikan tarif dibahas dalam Forum LLAJ. 

Baca juga: Marak Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM, Bagaimana di Kabupaten Batang?

Kabid Lalulintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Suherdy mengatakan, mengenai kenaikan tarif angkutan dilakukan pembahasan di Forum LLAJ. Adapun, Forum LLAJ melibatkan Organda, Bappeda, Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan. 

"Untuk kenaikan tarif, nanti ada pembahasan pada rapat forum LLAJ dengan melibatkan Organda dan beberapa instansi pada Selasa (13/9/2022)," kata Kabid Lalulintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Suherdy, Senin (12/9/2022).

Diungkapkannya, untuk ketentuan tarifnya sedang dilakukan survei di Kecamatan Doro, Kesesi, Kajen dan lain lainya.

Hasil survei tersebut, nantinya akan dirapatkan di Forum LLAJ.

Baca juga: Peringkat Persijap Turun Usai Takluk dari Nusantara United, Berikut Klasemen Grup Tengah Liga 2 2022

"Jadi hasil survei tersebut akan dibahas, didiskusikan dalam pembahasan Forum LLAJ. Selanjutnya hasil itu akan dinaikan ke Bupati untuk manjadi Peraturan Bupati," ungkapnya.

Sementara itu, pasca kenaikan harga BBM, tarif angkutan kota di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah belum naik.

Dalam waktu dekat, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Pekalongan akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan untuk membahas masalah tersebut.

Baca juga: Band Slank dan Gigi Bakal Konser di Kota Tegal, Catat Waktunya

Slamet Sutrisno Ketua Organda Kabupaten Pekalongan mengalami, ada dampak adanya kenaikan BBM di antaranya kebutuhan pokok masyarakat juga ikut-ikutan naik.

"Maka dari itu, saya mohon dengan pemerintah agar kami bisa itung-itungan harga untuk tarif angkot."

"Sebab, angkot ini merupakan angkutan ekonomi dan yang menentukan naik atau tidaknya tarif itu dari pemerintah," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved