Pembunuhan Pegawai Bapenda Kota Semarang

Polisi Pakai Anjing Pelacak Cari Potongan Tubuh Iwan Budi yang Belum Ditemuan

Pencarian potongan organ tubuh jasad Iwan Budi, PNS Bapenda Kota Semarang di Jalan Raya Marina Semarang Barat berlangsung dramatis, Rabu (14/9/2022).

TribunPantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Mochi anjing kesayangan Iwan Budi mengendus potongan tubuh yang ditemukan di Jalan Raya Marina, Rabu (14/9/2022). 

"Anjing atas nama Mochi kesayangan Iwan dihadirkan. Kita berasumsi bahwa ini adalah Iwan Budi P maka langka-langkah penyelidikan kami arahkan kepada aktivitas Iwan selama ini," tutur dia.

Menurutnya, hasil temuan pada olah TKP lanjutan yakni tangan kiri, lengan kiri, tungkai kanan maupun kiri.

Namun bagian tubuh yang belum ditemukan adalah tangan kanan dan kepala jenazah tersebut.

"Proses pencarian barang yang belum ditemukan tetap kami lanjutkan. Sambil kami  mendalami beberapa kemungkinan peristiwa ini terjadi," jelasnya.

Baca juga: Polisi Tangkap Pemuda di Banyumas yang Miliki Obat Terlarang Sebanyak 10 Ribu Butir Lebih

Irwan menjelaskan bagian tubuh ditemukan tidak jauh dari penemuan mayat yang terbakar.

Lokasinya hanya berjarak 4 sampai 5 meter.

"Bisa kita lihat disini merupakan padang rumput yang cukup tinggi dan membutuhkan pencarian dengan kosentrasi dan ketelitian yang dalam," tutur dia.

Terkait bagian tubuh yang terpisah, pihaknya mengasumsikan bagian tubuh itu dibawa hewan liar atau dilempar oleh pelaku.

Selain itu jenazah yang terbakar tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan forensik merupakan korban kejahatan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik bahwa korban dibakar dalam keadaan sudah meninggal. Berbeda ketika kondisi korban dibakar saat masih hidup dan telah meninggal," tutur dia.

Baca juga: Diduga Selingkuh, Warga Minta Kepala Desa Cilongok Banyumas Mundur dari Jabatannya

Disisi lain lepasnya bagian tubuh belum bisa disimpulkan apakah karena terbakar atau dipotong. Namun kerangka tubuh  yang ditemukan saat ini merupakan bagian yang terbakar meskipun tidak sempurna.

"Jadi kalau asumsinya dilempar (bagian tubuh) oleh pelaku pembakarannya tidak sempurna makannya dibuang," imbuhnya.

Ia menambahkan terkait pisau yang ditemukan di TKP dimungkinkan bagian dari kejahatan digunakan untuk membunuh, menusuk maupun memotong.

Namun hal tersebut dikembang dalam proses dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

"Sidik jari di pisau akan dijelaskan lebih lanjut pada proses setelah kami menerima laboratorium forensik," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved