Berita Semarang

Kejari Kota Semarang Periksa Dua Pimpinan PT Duta Kusuma Teknosa Terkait Kasus Pidana Perpajakan

Mereka diduga secara sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong dari hasil perdagangan solar industri.

Penulis: budi susanto | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Pemeriksaan terhadap dua direktur di Kejari Kota Semarang, Kamis (15/9/2022) lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Dua direktur sebuah perusahaan diperiksa Kejari Kota Semarang.

Dua orang itu merupakan Direktur Utama PT Duta Kusuma Teknosa dan Direktur PT Duta Kusuma Teknosa.

Mereka diperiksa kerena tersangkut kasus pidana perpajakan.

Menurut Kasi Intel Kejari Kota Semarang, Iman Khilman, keduanya diperiksa pada, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Ini Cara Ganjar Pranowo Melawan Osteoporosis, Rutin Jalan Kaki 2 Jam Tiap Pagi

"Mereka diduga secara sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong dari hasil perdagangan solar industri," jelasnya, Jumat (16/9/2022).

Karena hal itu, keduanya melanggar UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

"Penyelewengan itu menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sekitar Rp 1,57 miliar," ucapnya.

Iman mengatakan, mereka menyalahgunakan kepercayaan, dengan tidak menyetorkan PPN yang telah dipungut ke kas negara dan tidak melaporkannya ke KPP Pratama Semarang Barat. 

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Bikin Nelayan Kecil di Tegal Putus Asa, Kepikiran Jual Kapal

"Perbuatan itu dilakukan pada Januari  2014 hingga Desember 2015. Pada kurun waktu itu telah terjadi beberapa transaksi penjualan solar industri kepada 22 perusahaan," terangnya.

Disebutkannya setiap transaksi penjualan solar industri, PT Duta Kusuma Teknosa selalu menerbitkan faktur pajak.

"Faktur tersebut sebagai bukti pemungutan PPN kepada pembeli. Namun oleh terdakwa YS dan RSW tidak dilaporkan dalam SPT masa PPN dan PPN yang telah dipungut."

Baca juga: Sudah 20 Warga Datang ke KPU Kabupaten Tegal Keberatan Namanya Tercantum di Sipol

"Dua orang terdakwa itu kini dititipkan ke Lapas Kelas I Semarang selama 20 hari ke depan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved