Berita Pemalang

Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang Sosialisasikan Kemudahan Aturan Bebas Visa Bagi WNA

Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang menggelar sosialisasi keimigrasian bagi orang asing di Hotel

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/Indra Dwi Purnomo
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang Arvin Gumilang saat memberikan sambutan dalam sosialisasi keimigrasian bagi orang asing di Hotel Santika Kota Pekalongan, Jawa Tengah. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEMALANG - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang menggelar sosialisasi keimigrasian bagi orang asing di Hotel Santika Kota Pekalongan, Jawa Tengah.


Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang Arvin Gumilang mengatakan, dalam sosialisasi aturan baru tersebut negara memberikan kemudahan masuknya orang asing ke Indonesia.


"Pemerintah membuka kembali kebijakan bebas visa kunjungan bagi orang asing."


"Kemudahan tidak hanya diberikan bagi kunjungan wisata namun juga urusan lain seperti bisnis, tugas pemerintahan, pembelian barang dan lainya," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang Arvin Gumilang, Sabtu (17/9/2022).


Menurutnya, aturan keimigrasian selama dua tahun Covid-19 kemarin, Keimigrasian melakukan pengetatan pada orang asing.


Dengan semakin membaiknya kondisi pasca Covid-19, kegiatan yang berkaitan dengan orang asing mulai dibuka kembali.


"Artinya perlintasan antarnegara sudah mulai dilakukan sebagai percepatan pemulihan ekonomi," imbuhnya.


Pihaknya menjelaskan, ada beberapa beberapa kemudahan terkait orang asing, misalnya pemberian visa secara onshore yakni visa diberikan kepada orang asing tanpa keluar dari Indonesia.


Kemudian, perpanjangan juga bisa diberikan sebelum orang asing masuk ke Indonesia di mana kantor imigrasi bisa menjadi sponsor.


"Jadi, saat orang asng tiba atau masuk ke Indonesia sudah bisa langsung berlaku," jelasnya.


Arvin menambahkan, dari catatan kantor imigrasi kelas 1 non TPI Pemalang,  jumlah orang asing di eks Karesidenan Pekalongan sebanyak sebanyak 577 orang, di mana 485 di antaranya laki-laki dan 92 wanita.


"Adapun rincianya ada 29 orang dengan Izin Tinggal Kunjungan (ITK), 459 orang dengan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), 66 dengan Izin Tinggal Tetap (ITAP), 4 orang dengan Surat Keterangan Keimigrasian (SKIM) dan 19 Affidavit atau berkewarganegaraan ganda khusus anak" tambahnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved