Berita Jateng

Korban Longsoran di Arcawinangun Purwokerto Ditemukan

Tim Basarnas bersama BPBD dibantu warga berhasil mengevakusi nenek yang menjadi koban longsor di Jalan Asrama

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
Tim Basarnas bersama BPBD dibantu warga berhasil mengevakusi nenek yang menjadi koban longsor di Jalan Asrama RT 4 RW 4, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, dalam keadaan meninggal Senin (19/9/2022) sekira pukul 09.00 WIB. 

TRIBUNPANTURA.COM, PURWOKERTO - Tim Basarnas bersama BPBD dibantu warga berhasil mengevakusi nenek yang menjadi koban longsor di Jalan Asrama RT 4 RW 4, Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, dalam keadaan meninggal, Selasa (20/9/2022) sekira pukul 09.00 WIB.


Berdasarkan data yang dihimpun kurang lebih ada 12 rumah yang terdampak. 


Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Budi Nugroho mengatakan dari 12 rumah yang terdampak 6 KK seharusnya sudah pindah dan direlokasi ke Cilongok.


Peristiwa longsor di Arcawinangun bukan pertama kali ini terjadi. 


Longsor yang terjadi pada Sabtu (19/9/2022) menjadi yang ketiga kalinya. 


"Ini adalah yang ketiga kalinya. 


Peristiwa serupa terjadi pada akhir 2020 dan 2021," katanya kepada Tribunbanyumas.com.


Pada 2021 yang lalu Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyediakan rumah dan tanah relokasi yang bertempat di Kecamatan Cilongok.


Ada tujuh KK yang dipindahkan karena rumah mereka yang sangat terancam tergerus aliran Sungai Pelus. 


Namun sayangnya dari ketujuh KK hanya satu KK saja yang pindah dan menempati rumah di Cilongok. 


Sementara keenam KK lainnya memilih balik lagi ke rumah lama mereka di Arcawinangun, Purwokerto Timur.


Korban sendiri Susilowati (80) yang sedang sakit dan tidak bisa berjalan merupakan salah satu dari KK yang memang semestinya direlokasi.


"12 rumah terdampak, 6 KK akan kita pindah ke Cilongok sementara 5 diungsikan ke wisma kencana Arca, sisanya 1 sudah pindah ke Cilongok," jelasnya.


Sebelumnya sempat diberitakan pada Sabtu (19/9/2022) sekira pukul 17.00 WIB Sungai Pelus mengalami banjir yang cukup besar dikarenakan hujan lebat di hulu sungai sejak pukul 15.00 WIB.


Kemudian sekira pukul 19.30 WIB rumah bapak Sabar mengalami longsor akibat gerusan arus Sungai Pelus. 


Di dalam rumah tersebut satu orang atas nama Susilowati sedang di kamar pada saat kejadian menjadi korban sehingga ia ikut terbawa longsoran.


Tim yang terlibat terdiri dari BPBD, BASARNAS, Pemerintah Kec. Purwokerto Timur, Polsek, Koramil, Pemerintah Kelurahan Arcawinangun, PRAMUKA Peduli KWARCAB Banyumas dan Relawan Gabungan masih melakukan pemantauan dari atas tebing sungai.


Puluhan warga lainnya telah diungsikan di Mushola Baiturrohim Arcawinangun (300 meter dari lokasi gerusan Sungai Pelus).


Tim BPBD mendirikan Pos Pantau di salah satu rumah di dekat lokasi kejadian yaitu 150 meter dan Pos Relawan di Mushola Baiturrohim sekaligus berjaga apabila ada pergerakan tanah.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved