Berita Pekalongan

Tim Ditjen Kekayaan Intelektual Kemkumham Verifikasi Indikasi Geografis Sarung Batik Kota Pekalongan

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menerima tim ahli Indikasi Geografis (IG) Direktorat Jenderal

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
IST
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menerima tim ahli Indikasi Geografis (IG) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kemkumham, di ruang Wali Kota. 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menerima tim ahli Indikasi Geografis (IG) Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kemkumham, di ruang Wali Kota


Tim direncanakan, akan berada di Pekalongan selama 3 hari untuk melakukan pemeriksaan substantif dalam rangka verifikasi akhir pengajuan IG Sarung Batik Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan Aaf panggilan akrabnya menyambut gembira dan mengucapkan terima kasih kepada tim ahli IG Ditjen KI Kemkumham yang mulai akan melakukan verifikasi lapangan selama 3 hari dalam kaitan dengan pendaftaran IG Sarung Batik Kota Pekalongan.


"Upaya mendorong sarung batik sebagai produk khas IKM Batik di Kota Pekalongan, telah lama dilakukan dan terus dilakukan penguatan.

Salah satunya dengan, kebijakan penggunaan sarung batik sebagai seragam kerja pada hari Jumat untuk ASN di Pemerintah Kota Pekalongan dan juga instansi-instansi lain di wilayah Kota Pekalongan."


"Ini juga sebagai bentuk keberpihakan sekaligus penguatan IKM Batik, khususnya sarung batik," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Selasa (20/9/2022).


Menurut Aaf, dengan pendaftaran IG ini, harapannya dapat memperkuat branding dan nilai tambah serta perlindungan hukum terhadap produk sarung batik Kota Pekalongan.


Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sri Budi Santoso menyampaikan, bahwa setelah melalui proses panjang sejak tahun 2020, pendaftaran indikasi geografis (IG) produk Sarung Batik Kota Pekalongan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (KI) Kementerian Hukum dan HAM RI, memasuki tahapan akhir.


"Tim ahli dari Ditjen KI Kemkumham, akan melakukan pemeriksaan substantif ke lapangan melakukan verifikasi dan diskusi dengan berbagai stakholder sarung batik di Kota Pekalongan untuk mengumpulkan berbagai bahan guna sidang akhir penentuan diterima atau tidaknya IG Sarung Batik Kota Pekalongan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sri Budi Santoso.


Proses pendaftaran telah dilakukan semenjak tahun 2020, dan telah melalui berbagai tahapan, dengan melibatkan secara intens komunitas sarung batik, dan bantuan fakultas hukum UI.


"Prosesnya sedikit tersendat saat pandemi covid-19, dan kemudian kita lakukan beberapa percepatan mulai awal tahun 2022, dan puji syukur hari-hari ini akan memasuki tahap akhir verifikasi," imbuhnya.


Ketua tim ahli IG Kemkumham, Tri Reni Budhiharti menuturkan, proses verifikasi untuk pemeriksaan subtantif akan menentukan diterima atau tidaknya pendaftaran IG Sarung Batik Kota Pekalongan.


Walaupun demikian, pihaknya berharap agar proses ini dapat menjadi awal untuk memperkuat branding sarung batik sehingga dapat memperkuat dan mengembangkan IKM Batik di Kota Pekalongan.


"Yang penting nanti apabila diterima, harapannya IG benar-benar dapat memberi nilai tambah bagi upaya pengembangan IKM Batik. Sehingga, perlu banyak dilakukan agenda untuk tindaklanjutnya ke depan," katanya.


Turut mendampingi Wali Kota Pekalongan yaitu Sekda Sri Ruminingsih, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sri Budi Santoso, dan Ketua Paguyuban Sarung Batik, Romi Oktabirawa.


Sementara tim ahli IG Kemkumham antara lain Tri Reni Budiharti, Mariana Molnar Gabor, serta pendamping dari Fakultas Hukum UI, Ranggalawe.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved