Berita Batang

Video Ketua Bawaslu Batang : Pengalaman Pemilu 2019 jadi Acuan Pemilu 2024 Bersih

Mengenal Ketua Bawaslu Batang, Mahbrur : Pengalaman Pemilu 2019 jadi Acuan Menjadi Pemilu 2024 Bersih dan Bermartabat 

Penulis: dina indriani | Editor: restu dwi r

TRIBUN-PANTURA.COM,BATANG - Berikut video Ketua Bawaslu Batang : Pengalaman Pemilu 2019 jadi Acuan Pemilu 2024 Bersih.

Tahun 2021 melalui rapat pleno, Mahbrur terpilih menjadi Ketua Bawaslu Kabupaten Batang.

Lahir di Musi Rawas, Sumatra Selatan, 4 September 1986.

Meski lahir di Sumsel, Mahbrur telah tinggal di Kabupaten Batang sejak kecil, mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar di SDN  Kecamatan Gringsing, SDN Kebondalem 01, kemudian di SMPN 04 Gringsing, dan SMA NU 03 Mualimin Weleri.

Ia pun melanjutkan pendidikan lebih tinggi di Universitas IKIP PGRI Semarang dengan jurusan Bimbingan Konseling dan saat ini tengah menjadi mahasiswa pendidikan pasca sarjana di STIE Bank BPD Semarang mengambil jurusan Manajemen SDM.

Dalam perjalanan karirnya, Mahbrur mulai aktif di Bawaslu Batang pada 2012.

"Saya aktif mulai tahun 2012 hingga 2014 menjadi anggota Panwaslu Kecamatan Gringsing, saat itu untuk Pilgub Jateng dan Pemilu Presiden serta Pemilu Legislatif," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (20/9/2022).

Tak berhenti di situ, ketertarikannya menjadi pengawas pemilu berlanjut yang mana pada 2016 ia kembali terjun menjadi anggota PPK Kecamatan Gringsing mengikuti panwas Pilgub Jateng.

Lalu pada 2018, Mahbrur pun mengikuti seleksi Bawaslu Kabupaten dan terpilih menjadi anggota Divisi Pengawasan.

"Hingga pada 2021 terjadi pergantian pimpinan melalui rapat pleno, saya diamanati menjadi Ketua Bawaslu merangkap sebagai Divisi Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga," jelasnya.

Dalam memegang amanat itu, Mahbrur mengatakan visi misi yang ia genggam sesuai dengan apa yang diinstruksikan Bawaslu RI yaitu menegakkan keadilan Pemilu, mencegah politik uang, politik sara, kampanye yang melibatkan ASN dan sebagainya.

Dalam menghadapi Pemilu 2024, Mahbrur telah mengantongi pengalaman dan acuan yang ia dapatkan pada Pemilu 2019.

Yang mana ada beberapa permasalahan diantaranya praktik politik uang yang masih kental di masyarakat, kampanye di luar jadwal, pemasangan APK yang tidak sesuai aturan.

"Sebagai pencegahan kita sudah petakan indeks kerawanan itu, semua pelanggaran-pelanggaran itu di Pemilu 2019 sudah kita tegakkan dan tangani, dan apa yang terjadi di Pemilu 2019 menjadi acuan kita untuk melakukan pencegahan kepada pihak terkait," imbuhnya.

Mahbrur berharap di Pemilu 2024 menjadi Pemilu bersih bermartabat serta menghasilkan pemimpin yang beretika dan pemimpin yang mempunyai keadilan bagi masyarakat. (din)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved