Berita Jateng

Organisasi Angkutan Darat Kudus Ajukan 650 Sopir Angkot Dapat BLT

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar menjadi polemik bagi kalangan pelaku transportasi.

Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Ketua Organda Kudus, Mahmudun. 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar menjadi polemik bagi kalangan pelaku transportasi.


Di Kabupaten Kudus, Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengajukan protes kepada pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) karena para sopir angkutan kota dan angkutan desa tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) BBM.


Ketua Organda Kudus, Mahmudun mengatakan, aksi tersebut dilakukan mengingat sopir angkutan umum dinilai sebagai pihak yang paling terdampak atas kebijakan kenaikan harga BBM.


Pihaknya meminta kepada pemerintah daerah agar 650 sopir angkutan umum yang terdata dalam Organda mendapatkan BLT.


"Saya harap, semua sopir angkutan kota dan desa diakomodir semua.

Kemarin kami sudah mengikuti FGD bersama jajaran Forkopimda Kudus.

Hasilnya, Ketua DPRD menyampaikan bahwa pelaku UMKM dan transportasi bakal diprioritaskan," terangnya, Kamis (22/9/2022).


Mahmudun menilai, BLT BBM sangat dinantikan para sopir angkutan umum untuk membantu biaya operasional sehari-hari.


Menurutnya, sebagian sopir angkutan umum sudah terdata sebagai penerima BLT. 


Saat ini, pihaknya terus berupaya agar semua sopir angkutan umum bisa mendapatkan BLT khusus transportasi, supaya beban pengeluaran mereka menjadi lebih ringan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved