Berita Pekalongan

Terkait Mafia Tanah, BPN Kota Pekalongan: Tentu Kami Perangi

Kejahatan di bidang pertanahan sedang mendapat perhatian khusus oleh berbagai pihak.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat mengahadiri upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) 62 Undang Undang Pokok Agraria (UUPA), di halaman kantor ATR/BPN setempat. 

TRIBUN-PANTURA.COM, PEKALONGAN - Kejahatan di bidang pertanahan sedang mendapat perhatian khusus oleh berbagai pihak.

Tidak hanya oleh masyarakat, pemberantasan kejahatan di bidang pertanahan juga menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Pekalongan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekalongan serta instansi terkait lainnya.

Dampak dari mafia tanah, selain tidak terwujudnya kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat, juga dapat menghambat pembangunan serta berdampak pada para pelaku usaha yang telah menanamkan investasinya di Kota Pekalongan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dalam upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) 62 Undang Undang Pokok Agraria (UUPA), di halaman kantor ATR/BPN setempat.

Baca juga: Temui DPRD Batang, INASBA Sampaikan Aspirasi Hingga Kesejahteraan Tenaga Non ASN

Menurutnya, saat ini mafia tanah sangat meresahkan masyarakat, masih banyak pengaduan terkait hal tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama sama memberantas mafia tanah sampai ke akar-akarnya.

"Jadi tidak hanya masyarakat biasa saja, tetapi para tokoh atau artis pun kena kasus, saya harap hati-hati," kata Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan, Selasa (27/9/2022).

Aaf berharap, Kementrian ATR/BPN dapat mengurai satu persatu permasalahan yang ada di dalam tupoksinya.

Baca juga: Jumlah Penerima BLT BBM di Kabupaten Jepara Bertambah 4.970 Rumah Tangga Sasaran

"Mudah-mudahan semuanya lancar, semua kegiatan sudah bisa dilakukan. BPN butuh turun di lapangan dan audiensi-audiensi, masukan dari notaris-notaris selama ini mudah-mudahan hal ini tidak ada lagi masalah yang berkaitan dengan perizinan surat tanah di Kota Pekalongan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala ATR/BPN Kota Pekalongan, Vevin Syoviawati Ardiwijaya, mengatakan, pihaknya beserta jajarannya siap memerangi mafia tanah.

"Mafia Tanah tentu kami perangi, dimana kita siapkan dari dokumen persyaratan yang lengkap dan tertib, sehingga ketika mendaftarkan tanahnya ke kami dan kami terbitkan sertifikatnya sah," katanya.

Baca juga: Razia Tempat Karaoke di Purwokerto, BNN Kabupaten Banyumas Temukan 3 Orang Positif Psikotropika

Vevin juga berharap, dalam peringatan hari agraria tahun 2022 ini, jajaran BPN Kota Pekalongan mampu memberikan pelayanan dan kinerja yang terbaik kedepan.

"Dengan memberikan pelayanan yang semangat, lengkap, berkualitas dan tangguh. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan lebih baik lagi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved