Berita Slawi

Satlantas Polres Tegal Beri Layanan Prioritas Bagi Penyandang Disabilitas, Ibu Hamil, dan Lansia

Di lokasi pelayanan penerbitan SIM, petugas telah menyiapkan loket prioritas yang dapat digunakan oleh beberapa kriteria yang sudah disebutkan.

Dokumentasi
Anggota Satlantas Polres Tegal berikan layanan prioritas kepada salah satu warga saat hendak mengurus SIM di Mapolres Tegal, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal berikan layanan prioritas kepada para penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia yang sudah berusia 60 tahun atau lebih.

Hal ini, seperti yang terlihat di pelayanan penerbitan surat izin mengemudi (SIM), Kamis (29/9/2022). 

Di lokasi pelayanan penerbitan SIM tersebut, petugas telah menyiapkan loket prioritas yang dapat digunakan oleh beberapa kriteria yang sudah disebutkan sebelumnya. 

Masyarakat hanya cukup menyampaikan kepada petugas loket pendaftaran mengenai tujuannya datang hendak mengurus, membuat, atau keperluan lainnya.

Baca juga: Pemuda Katolik Jawa Tengah Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku Pembunuhan Iwan Budi

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at, melalui Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Erwin Chan Siregar, mengatakan selain menyiapkan petugas, pihaknya juga menyediakan loket, jalur khusus, dan kursi roda yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat berkebutuhan khusus. 

Bagi yang mendapatkan prioritas, maka berkas permohonan bisa langsung diproses tanpa antrean, dengan jangka waktu yang lebih cepat. 

"Kami berupaya menghadirkan suasana pelayanan yang ramah kepada masyarakat berkebutuhan khusus, dengan harapan masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan saat mengurus SIM di Polres Tegal," ungkap AKP Erwin, dalam rilis. 

Kasat Lantas menambahkan, SIM merupakan salah satu syarat berkendara yang wajib dilengkapi saat berlalu lintas di jalan raya. 

Baca juga: Tersangka Kasus Suap Yosep Parera Kirim Surat ke Kuasa Hukum, Sampaikan 9 Poin Ini

Sehingga masyarakat diwajibkan memiliki atau membuat SIM tak terkecuali para teman-teman penyandang disabilitas atau masyarakat berkebutuhan khusus. 

Sedangkan bagi yang ingin membuat SIM, maka harus melengkapi berkas persyaratan, mengiris formulir pendaftaran, membayar PNBP, kemudian langsung antre untuk foto (Identifikasi dan verifikasi). 

Adapun bagi yang ingin melakukan perpanjangan, maka bisa langsung menunggu SIM tercetak. 

Sementara bagi yang ingin mengurus SIM baru, maka bisa langsung melakukan pengujian (praktik, avis dan simulator). 

Baca juga: Sukses Tekan Laju Inflasi, Pemkab Kudus Terima Hadiah Rp 10,42 M dari Kemenkeu

"Layanan ini menjadi salah satu penghargaan kami kepada masyarakat yang sudah tertib, dan sadar akan pentingnya SIM terutama saat berkendara," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved