Berita Batang

Perusahaan Pipa Kelas Dunia Bangun Pabrik Seluas 20 Hektar di KIT Batang

Pabrik Wavin di KIT Batang sendiri akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektar.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TribunPantura.com/Dina Indriani
CEO Sameer S. Bharadwaj bersama Presiden Orbia Building and Infrastructure (Wavin) Maarten Roef saat menunjukkan produk Wavin, Senin (3/10/2022). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Sebuah perusahaan global yang bergerak di bidang bangunan dan infrastruktur sanitasi serta pengelolaan air, Wavin, memastikan berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. 

Pabrik Wavin di KIT Batang sendiri akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektar.

Proses groundbreaking dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo bersama Menteri Investasi/BKPM, Bahlil Lahadalia serta stakehoder terkait.

"Di Indonesia, sebanyak 33,4 juta orang tidak memiliki akses air minum bersih dan 99,7 juta tidak memiliki akses sanitasi yang dikelola dengan baik, ami menawarkan solusi dengan memproduksi pipa dan fitting Wavin seperti UPVC dan PPR yang memberikan ketersediaan air bersih dan santasi serta hemat biaya," tutur CEO Sameer S. Bharadwaj saat konferensi pers.

Lebih lanjut dikatakan Sameer, investasi ini membawa bisnis solusi pengelolaan air yang inovat ke pasar yang memang sangat membutuhkan.

"Ini adalah langkah yang menentukan dalam perjalanan kami untuk memajukan kehidupan di seluruh dunia," ujarnya.

Presiden Orbia Building and Infrastructure (Wavin)  Maarten Roef menambahkan pabrik direncanakan beroperasi pada 2024.

"Kami sangat senang mengumumkan pembukaan pabrik pertama Wavin ini, kami butuh sekitar 1,5 tahun untuk menyelesaikan pembangunan pabrik, dan akan mulai beroperasi pada 2024,"ujarnya

Pabrik itu juga bisa mengakomodasi produk bangunan hemat energi, sistem drainase rendah kebisingan dan sistem pengelolaan air hujan.

Pabrik akan mempekerjakan 150 orang di bidang produksi, kemungkinan ekspansi menjadi 250 orang di masa depan. 

"Wavin adalah bagian dari Orbia yang merupakan perusahaan dengan fokus perluasan ke akses kesehatan dan kesejahteraan, memastikan ketahanan pangan dan air, dan sebagainya,"kata Marteen. 

Orbia memiliki kegiatan komersial di lebih dari 110 negara dan beroperasi di 50 negara.

Ia mengatakan, Indonesia menjadi salah satu negara terpenting bagi Orbia, khususnya Wavin

"Sejarah Wavin di Indonesia sudah sejak 1974, dan Indonesia menjadi pasar yang penting bagi Wavin," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved