Berita Jateng

Polemik Tarik Iuran Wali Murid SD 3 Demaan Kudus, Bupati: Boleh Asal Atas Nama Komite Sekolah

Bupati Kudus HM Hartopo menegaskan tidak ada iuran yang ditarik oleh pihak sekolahan kepada wali

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
Bupati Kudus HM Hartopo. 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo menegaskan tidak ada iuran yang ditarik oleh pihak sekolahan kepada wali murid SD 3 Demaan Kudus.

Iuran yang terjadi yakni berangkat dari komite sekolah terhadap sejumlah wali murid.


"Fungsi komite untuk membantu sekolah perwatan gedung, atau bantu peralatan sekolah itu bisa," kata Bupati Kudus HM Hartopo, Minggu (30/10/2022).


Lebih dari itu, Hartopo mengatakan, komite sekolah memang harus proaktif.

Misalnya saat terjadi kerusakan pada gedung sekolah, komite juga bisa turun tangan dalam hal tersebut.


"Saya bilang komite harus proaktif bagaimana melakukan pendampingan di sekolah untuk melihat perawatan gedung maupun peralatan.

Kalau memang tidak ada anggaran dati pihak sekolah ya bagaimana bisa swadaya sendiri.

Bisa mengumpulkan paguyuban orangtua di kelas masing-masing," kata Hartopo.


Hartopo mengatakan, apa yang dilakukan komite sekolah menarik iuran baginya tidak ada masalah asal ada komunikasi.

Sebab di antara fungsi adanya komite sekolah yakni melakukan pengawasan anggaran sekolah, pelaksanaan belajar mengajar, dan termasuk pengawasan sumber daya guru yang ada.


"Itu bukan sekolahan yang minta, tapi komite.

Kalau atas nama komite tidak ada masalah," kata dia.


Diketahui, ada salah seorang wali murid di SD 3 Demaan yang sebelumnya merasa keberatan atas iuran yang ditarik oleh komite sekolah.

Beberapa di antara wali murid ada yang mengaku ditarik iuran sampai jutaan rupiah.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved