Berita Pekalongan

BI dan TPID Kota Pekalongan Gelar Pasar Murah, Salahudin: Untuk Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam membantu mengendalikan inflasi dan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin saat mengahadiri operasi pasar murah, di lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Tegal bekerjasama dengan Pemerintah Kota Pekalongan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), BULOG, serta stakeholder terkait lainnya, menyelenggarakan kegiatan operasi pasar murah, di lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Kamis (24/11/2022).

Dalam operasi pasar murah tersebut disediakan 500 buah paket sembako berisikan beras premium 5 kg, 1 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir dengan harga Rp 63 ribu/paket.

Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin mengapresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan operasi pasar murah ini, dalam membantu meringankan beban masyarakat Kota Pekalongan.

Hal ini dilakukan, sebagai upaya pemerintah dalam membantu mengendalikan inflasi dan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dengan harga yang terjangkau.

"Ini salah satu langkah yang dilakukan oleh pemerintah, TPID, BI, dan stakeholder terkait lainnya untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat," kata Salahudin.

Menurutnya, kegiatan operasi pasar murah ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 dan menurunkan tingkat inflasi daerah khususnya di Kota Pekalongan.

"Kami berharap para pedagang tidak meraup untung terlalu tinggi, di tengah kesulitan ekonomi yang melanda akhir-akhir ini, agar masyarakat tidak terlalu khawatir dan inflasi daerah bisa dikendalikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, M Taufik Amrozy menyebutkan, dalam operasi pasar murah ini disediakan 500 buah paket sembako.

"Mudah-mudahan, kegiatan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari."

"Ini salah satu upaya TPID dan Pemda, serta stakeholder terkait yang sudah digelar di beberapa titik terbukti meredakan inflasi daerah," ucapnya.

Pihaknya meminta kepada semua elemen masyarakat, untuk mengurangi perilaku panik buying dan tetap meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah senantiasa hadir membantu kesulitan masyarakat.

"Sehingga, mereka tetap tenang, ekspektasi inflasinya nanti bisa dijaga supaya tidak terlalu tinggi, buktinya kemarin sudah turun signifikan inflasinya secara year on year dari 7,18 persen menjadi 6,63 persen."

"Mudah-mudahan November ini bisa turun kembali inflasinya," katanya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved