Berita Jateng

Masalah Stunting Masih Genting, Pimpinan DPRD Jateng: Jangan Sampai SDM Generasi Kita Terancam

Kasus stunting atau kurang gizi pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang genting dan krusial.

Penulis: hermawan Endra | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kasus stunting atau kurang gizi pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang genting dan krusial.

Tidak terkecuali di Provinsi Jawa Tengah yang pada tahun lalu angkanya mencapai 20,9 persen atau sekitar 540 ribu balita yang mengalami stunting.

Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menyebutkan bahwa stunting atau gangguan pertumbuhan dialami oleh satu dari lima balita di Jateng.

Masih tingginya angka stunting tersebut menjadi sorotan dan perhatian Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko. 

Heri Pudyatmoko mengatakan bahwa 540 ribu balita stunting di Jateng merupakan angka yang memprihatinkan.

Masih tingginya kasus tersebut harus menjadi perhatian serius dan harus diprioritaskan Pemprov Jateng. Karena hal ini menyangkut masa depan generasi bangsa. 

"Pemerintah harus turun tangan, jangan sampai SDM generasi kita terancam karena mengalami stunting dan gizi buruk. Karena secara teorinya balita dengan kondisi stunting cenderung memiliki kecerdasan lebih rendah dibandingkan anak yang tumbuh secara normal," kata Heri, dalam rilisnya, Kamis (24/11/2022).

Pihaknya mendorong Pemprov Jateng untuk melakukan percepatan penurunan stunting. Pasalnya hal tersebut berdampak pada masa depan generasi bangsa.

Bahkan dampak jangka panjang dari stunting ini bisa menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

"Pastinya ada perbedaan antara anak stunting dengan anak yang sehat dan normal. Stunting berpotensi menghambat perkembangan otak, mempengaruhi kemampuan mental dan belajar anak. Dalam artian, stunting menjadi salah satu ancaman SDM generasi kita," lanjut Heri. 

Ia melanjutkan, stunting dan masalah kekurangan gizi lain dipicu oleh kemiskinan, di mana balita kekurangan asupan penting seperti protein hewani dan nabati serta zat besi.

Sehingga masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah sulit mencukupi kebutuhan gizi anaknya. 

"Selain kemiskinan, tingkat pendidikan juga mempengaruhi permasalahan gizi pada anak. Minimnya pengetahuan ibu hamil dan kurangnya kesadaran akan pentingnya menyusui dan memberikan gizi yang cukup akan berdampak pada kondisi pertumbuhan anak," bebernya. 

Melihat hal tersebut, Heri Pudyatmoko meminta pemerintah menyusun strategi dan skema pengentasan angka stunting.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved