Berita Jateng

Heri Pudyatmoko Optimis Usia Produktif di Jateng Adalah Pintu Utama Kemajuan Pembangunan

Angka rasio usia produktif di Jateng harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, baik di daerah maupun provinsi.

Penulis: hermawan Endra | Editor: m zaenal arifin
IST
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Jumlah penduduk Jawa Tengah (Jateng) mencapai 37,49 juta jiwa.

Data ini diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri RI.

Dimana mayoritas penduduknya merupakan kelompok usia produktif (usia 15-64 tahun) yang mencapai 69,34 persen (25,99 juta jiwa).

Data tersebut juga menunjukkan rasio ketergantungan (dependency racio) Jateng berada di angka 44,23 persen.

Artinya, setiap 100 jiwa penduduk usia produktif harus menanggung 44 hingga 45 jiwa penduduk usia tidak produktif.

Dalam keterangannya, Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko mengungkapkan, angka rasio usia produktif di Jateng harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, baik di daerah maupun provinsi.

“Usia produktif Jawa Tengah mencapai lebih dari setengah total penduduk. Pemerintah harus memberikan atensi lebih. Harus bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki,” katanya, Sabtu (26/11/2022).

Heri mengatakan, optimalisasi pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) bisa menjadi langkah strategis untuk tujuan pembangunan di Jateng. Khususnya kesejahteraan di ranah ekonomi dan pendidikan.

“Angka putus sekolah di Jateng ini cukup tinggi, mencapai 45.000 kasus setiap tahunnya. Penyebab paling besar salah satunya karena kemiskinan ekstrem yang juga masih tinggi di Jateng,” lanjutnya.

Di tahun 2022 ini, ia menambahkan, tercatat ada lima daerah yang memiliki jumlah penduduk ekstrem. Di antaranya, Kebumen, Brebes, Banjarnegara, Pemalang, dan Banyumas. Hal ini turut melibatkan angka kesejahteraan usia produktifnya.

Menurut Heri, kondisi ini sekaligus menyumbang tingkat kesejahteraan masyarakat serta kemajuan pembangunannya.

“Jika yang muda-muda ini belum bisa sejahtera dengan memberdayakan dirinya sendiri, bagaimana mereka akan mampu menanggung beban kesejahteraan usia tidak produktif yang ada?” kata Heri.

Ia menuturkan, memberdayakan potensi usia produktif juga bisa menjadi aset pembangunan ke depan. Salah satunya dengan meningkatkan kesempatan berpendidikan dan peningkatan lapangan pekerjaan.

“Jika usia produktif hari ini bisa sejahtera, itu artinya beban masa tua bisa ditekan. Angka kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat seiring waktu dan bisa seimbang,” imbuhnya.

Heri menekankan, perlu langkah strategis dari pemangku kebijakan terkait untuk melakukan pemberdayaan terhadap usia produktif. Sehingga, tingginya usia produktif ini benar-benar bisa membawa progresifitas untuk Jateng yang lebih baik.

“Program dan kebijakan harus diperhatikan. Mulai dari peningkatan pendidikan, lapangan pekerjaan, maupun sektor lainnya, semua harus bisa memberikan perubahan dan kemajuan. Pengadaan anggaran yang tinggi juga harus sebanding dengan tingkat kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved