Berita Slawi

Kampoeng Goetji 1930, Resort Berkonsep Jadul di Ketinggian 1.500 Mdpl

Ingin merasakan sensasi menginap di resort berkonsep jaman dulu (jadul) dengan pemandangan dan udara sejuk khas pegunungan

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/Desta Leila Kartika
Suasana di Kampoeng Goetji 1930, resort yang memiliki konsep bangunan jaman dulu (jadul), di area Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (27/11/2022). Memiliki delapan rumah dengan tipe susun dan tidak susun, harga yang ditawarkan Rp 1,5 juta saat weekend sedangkan weekday bisa sewa satu kamar dengan harga setengahnya atau Rp 750 ribu per malam.  

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Ingin merasakan sensasi menginap di resort berkonsep jaman dulu (jadul) dengan pemandangan dan udara sejuk khas pegunungan?

Kampoeng Goetji 1930 bisa menjadi pilihan atau rekomendasi yang tepat.


Berlokasi di dalam Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kampoeng Goetji 1930 berada di ketinggian 1.500 Mdpl dan bisa disebut sebagai salah satu resort tertinggi di area Guci.


Sesuai namanya, jika anda berkunjung ke lokasi, maka yang pertama kali dilihat adalah bangunan rumah full kayu bernuansa jadul.


Mulai dari interior yang semuanya full kayu jati, didukung furniture seperti lampu, cermin, bahkan tempat air (kendi), gelas semuanya model era jadul. 


Suasana jadul lebih terasa, mengingat karyawan atau pengelola resort juga menggunakan pakaian adat jawa plus blangkon.


Bahkan, di masing-masing rumah, tidak disediakan televisi untuk menguatkan kesan jadul dari Kampoeng Goetji 1930.


General Manager Kampoeng Goetji 1930, Jefri Ari Budianto, mengungkapkan resort dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter persegi, dengan ketinggian 1.500 Mdpl.


Mulai dibuka untuk umum dan menerima tamu sejak Desember 2020 lalu, tapi karena adanya pandemi Covid-19, maka kondisi mulai stabil baru setahun terakhir.


Dikatakan, Kampoeng Goetji memiliki total delapan rumah dengan dua tipe bangunan yang diberi nama-nama unik khas jaman dulu.


"Kami disini memiliki delapan rumah, rinciannya empat rumah tidak susun (kamar sebelah kanan dan kiri) dan empat lainnya rumah susun (kamar atas bawah).

Untuk masing-masing namanya juga unik khas jaman dulu, seperti Oemah Tjarik, Oemah Bekel, Oemah Bayan, dan Oemah Lebe, ya dari nama-nama perangkat desa," ungkap Jefri, pada Tribunjateng.com, Minggu (27/11/2022).


Untuk kapasitas masing-masing kamar yaitu empat orang, tapi jika ingin menambah tempat tidur bisa muat untuk enam orang supaya lebih nyaman.


Memiliki konsep berbeda dari yang lain, Jefri menyebut kelebihan atau yang menjadi ciri khas dari Kampoeng Goetji 1930 adalah bangunan full kayu jati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved