Berita Batang

Sanggar Merti Desa Merawat Produk Lokal dan Kreativitas Anak Pinggiran Batang

Sanggar Merti Desa terus merawat dan menumbuhkan kreativitas melalui pagelaran seni dan bazar produk lokal.

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
IST
Sanggar Merti Desa menyelenggarakan pagelaran seni dan bazar produk lokal sebagai wadah untuk terus merawat dan menumbuhkan kreativitas lokal di Siwatu, Wonotunggal, Kabupaten Batang. 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Sanggar Merti Desa terus merawat dan menumbuhkan kreativitas melalui pagelaran seni dan bazar produk lokal.


Acara dihelat selama tiga hari dengan menampilkan produk-produk makanan, kerajinan, kesenian, ekonomi kreatif dan seni budaya.


"Tentu ini bagian dari semangat kami masih sama untuk menggali potensi lokal," tegas Ketua Panitia Acara,  Zumrotus Sa'diyyah, Selasa (29/11/2022).


Acara tersebut telah memasuki tahun ke lima, pandemi dua tahun kemarin tidak menyurutkan acara tersebut untuk digelar meski dalam pembatasan peserta dan protokol kesehatan yang cukup ketat.


"Pembeda bazar tahun ini lebih kepada jangkauan peserta yang lebih luas. Empat tahun sebelumnya peserta acara hanya berada di lingkup wilayah Kecamatan Wonotunggal, tempat Merti Desa bertumbuh," jelasnya.


Lebih lanjut, tahun ini  juga melibatkan pula komunitas dan sanggar dari Kecamatan lain seperti Omah Sinau Bandar, Gram Gringgingsari, Antariksa Grup, Kaloka, SMP N 1 Pecalungan, dan lainnya.


Begitupun kerjasama dilakukan dengan lebih luas, kali ini dengan menggandeng Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan Angkatan 45.


Tak hanya itu, tahun ini  terasa lebih meriah lantaran melibatkan para ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT).


"Awalnya hanya lingkup Wonotunggal tapi karena  pemberdayaan Sanggar sudah meluas wilayah lain seperti Bandar, Balado, Warungasem dan sekitarnya ikut kami gandeng, kami bareng-bareng memeriahkan acara dengan beragam pertunjukan kesenian lokal," imbuh Zumrotus. 


Ia mengatakan, acara tersebut sebagai puncak atau tolok ukur dari hasil pemberdayaan atau pembelajaran Sanggar Merti Desa


"Kami ingin melihat sejauh mana Merti Desa sebagai media untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas sarana silaturahmi serta  komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah," bebernya.


Hasilnya, lanjut dia, para peserta maupun pengunjung ternyata cukup antusias.


Rencana awal acara hanya dilakukan selama satu hari seperti pada tahun sebelumnya.


Namun karena kondisi peserta membludak akhirnya acara dilakukan selama tiga hari di Desa Siwatu, Wonotunggal.


"Pengunjung maupun peserta dari tahun ke tahun meningkat, awalnya ratusan, ribuan, terakhir mencapai lebih dari 1.500 pengunjung," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved