Berita Jateng

Ekonomi Jateng Diprediksi Masih Bertumbuh hingga 5 Persen di Tahun 2023

Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah optimistis ekonomi di Jawa Tengah dapat tumbuh di atas 4 persen tahun depan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 secara hybrid dari pusat. Adapun Jawa Tengah digelar di Gumaya Tower Hotel, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah optimistis ekonomi di Jawa Tengah dapat tumbuh di atas 4 persen tahun depan.

Hal ini seiring dengan penguatan sinergi dan berbagai inovasi yang dilakukan.


"Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Jateng dapat tumbuh tinggi di rentang 4,5 persen - 5,3 persen di tahun 2023, dengan tingkat inflasi yang kami perkirakan kembali di kisaran 3+/-1 persen di tahun 2023.


Oleh karena itu sinergi dan inovasi kembali menjadi kunci dalam pertumbuhan ekonomi di Jateng," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah M Firdaus Muttaqin di sela Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022, Rabu (30/11/2022).


Firdaus melanjutkan, jika melihat situasi pandemi saat ini, perekonomian Jateng masih mampu tumbuh mencapai rata-rata 5,36 persen.


Menurutnya, hal ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi Jateng terus membaik.

Ia yakin perekonomian kedepan akan membaik meski tidak dipungkiri pula banyak tantangan kedepan.


Yakni tantangan terkait inflasi yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan suku bunga pijakan yang cenderung tinggi.

 

"Berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2022 ini lebih didorong oleh permintaan domestik dan realisasi investasi yang kami perkirakan masih cukup tinggi.


Jateng memiliki potensi dan modal perekonomian besar untuk pertumbuhan ekonomi dari sisi domestik.

Antara lain berupa jumlah penduduk usia muda yang cukup besar, pasokan pangan yang melimpah, tenaga kerja yang kompetitif, dan sektor unggulan yang beragam.


Selain itu pembangunan beberapa kawasan industri di Jateng yang didukung komitmen pemerintah untuk membangun iklim investasi yang kondusif menjadi keunggulan utama Jateng dibandingkan dengan daerah lain," terangnya.


Di tengah risiko ekonomi dunia melambat dan inflasi tinggi, ia menyebutkan, kedepan penguatan sektor domestik masih sangat diperlukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved