Senin, 25 Mei 2026

Berita Jateng

Bupati Kudus Sebut Perlu Wajib Militer Seperti di Korea

Bupati Kudus HM Hartopo beranggapan bahwa program wajib militer seperti yang berlangsung di Korea diperlukan.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
IST
Bupati Kudus HM Hartopo saat memimpin apel hari bela negara di Tennis Indoor Angga Sasana Krida, Senin (19/12/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo beranggapan bahwa program wajib militer seperti yang berlangsung di Korea diperlukan.

Dengan begitu rasa nasionalisme dan patriotisme bisa tertanam.


"Bela negara hukumnya wajib untuk warga negara Indonesia.

Sebenarnya kayak di Korea ada semacam wajib militer itu memang perlu.

Di Indonesia memang belum ada agenda seperti itu, tapi kami untuk bela negara sudah tertanam di hati kita masing-masing.

Maka rasa nasionalisme, patriotisme itu harus tertanam karena perlu untuk itu," kata Hartopo seusai peringatan hari bela negara di Tennis Indoor Angga Sasana Krida, Senin (19/12/2022).


Lebih dari itu, rasa nasionalisme dan mencintai negara memang harus ada bagi setiap warga negara.


"Supaya negara kita kuat NKRI itu harga mati dan tentunya bagaimana kita bisa saling mencintai dan Indonesia bisa rukun guyub dan tentunya untuk menuju kemakmuran Bangsa Indonesia," katanya.


Sikap Bela Negara juga bisa diwujudkan dengan memelihara kerukunan dan kondusifitas masyarakat. Menurutnya, mewujudkan masyarakat yang guyub rukun perlu gotong royong seluruh elemen masyarakat.


"Sikap bela negara dapat berhasil apabila seluruh elemen masyarakat kompak dan bersinergi untuk mengupayakan yang terbaik," terangnya.


Dalam apel yang diikuti oleh pegawai Pemkab Kudus itu, Hartopo menyampaikan pesan Presiden RI Joko Widodo yang mengajak masyarakat mengimplementasikan sikap bela negara sesuai dengan profesi dan amanah yang diemban.

Mengambil tema Bangkit Bela Negaraku, Jaya Indonesiaku, Joko Widodo meminta Peringatan Hari Bela Negara harus diisi dengan upaya terbaik untuk mewujudkan keutuhan, kemajuan, dan kemakmuran bangsa.


"Jadikan Hari Bela Negara sebagai momentum untuk membangkitkan kesadaran dalam membangun kedaulatan bangsa," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved