Berita Slawi

Groundbreaking Gedung BPR BKK Kabupaten Tegal, Diharapkan Tambah Performa Perusahaan

Pembangunan gedung senilai Rp 5,16 miliar ini direncanakan selesai dalam 180 hari kalender.

Dokumentasi
Bupati Tegal, Umi Azizah (tengah), saat lakukan groundbreaking pembangunan gedung kantor pusat PT BPR BKK Kabupaten Tegal (Perseroda) di Kota Slawi beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Bupati Tegal, Umi Azizah, lakukan groundbreaking pembangunan gedung kantor pusat PT Bank Perkreditan Rakyat Bank Kredit Kecamatan (BPR BKK) Kabupaten Tegal (Perseroda), di Jalan AIP KS Tubun, Slawi beberapa waktu lalu. 

Pembangunan gedung senilai Rp 5,16 miliar ini direncanakan selesai dalam 180 hari kalender.

Lewat sambutannya Umi mengatakan, kehadiran gedung baru kantor pusat BPR BKK Kabupaten Tegal diharapkan semakin menambah performa perusahaan dalam memberikan layanan terbaiknya ke masyarakat dan nasabah pengguna produk, disamping menambah semangat dan kenyamanan karyawannya dalam bekerja.

Selain eksteriornya yang harus menarik, penataan interiornya juga harus diperhatikan. 

Sehingga Umi meminta perlunya penataan ruang kantor yang tidak klasikal untuk menumbuhkan inovasi dan kreativitas pekerjanya, disamping adaptasinya pada penggunaan teknologi digital, lengkap berikut sarana hiburan di dalamnya.

“Penataaan ruang kerjanya tidak harus klasikal. Bisa mengadopsi tata ruang kerja yang memberikan keleluasaan bagi karyawannya untuk bekerja kreatif dan inovatif, di tengah suasana yang menghadirkan kenyamanan dan kesenangan, atau sering disebut creative space,” kata Umi, dalam rilis yang diterima, Jumat (23/12/2022). 

Umi memandang, pembangunan gedung kantor pusat ini mengindikasikan kinerja perusahaan perbankan perkreditan rakyat ini dinilai baik. 

Terutama dalam pengelolaan aset dana Pemkab Tegal sebagai pemegang saham perusahaan dan dana publik masyarakat.

BPR BKK juga dinilai memiliki andil yang cukup besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya segmen mikro dan kecil. 

Meski demikian, seiring dengan menguatnya ekosistem ekonomi digital, BPR BKK harus mulai mempersiapkan pengembangan model bisnisnya yang berbasis teknologi finansial.

“Kedepan, uang kartal atau yang berwujud fisik tidak banyak lagi digunakan karena transaksinya sudah beralih ke e-money, uang kripto, termasuk layanan perbankan juga semuanya sudah beralih ke genggaman karena bisa diakses lewat aplikasi mobile banking,” jelasnya. 

Disrupsi di sektor perbankan ini, sambung Umi, tentunya akan berimbas pada kebutuhan ruang kantor yang tidak terlalu luas, namun compact dan karyawan yang jumlahnya tidak terlalu banyak karena sebagian tergantikan artificial inteligence.

Hal tersebut, menurutnya harus bisa diantisipasi dengan menyiapkan infrastruktur jaringan dalam gedung yang adaptif pada penggunaan perangkat teknologi seperti wireless system dan remote-able device. 

Sehingga pada saatnya nanti, tidak perlu bongkar pasang dinding untuk menambah jaringan kabel yang dapat mengurangi estetika ruangan.

Sementara itu, Direktur Utama PT BPR BKK Kabupaten Tegal (Perseroda), Khojin, mengatakan pembangunan kantor baru ini bertujuan untuk memindahkan aktivitas di pusat perkantoran saat ini yang kondisi fisik bangunan gedungnya sudah tidak layak.

Niatan perusahaan untuk pindah dan membangun gedung kantor ini pun sudah lama direncanakan, namun baru diputuskan pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tanggal 20 Mei 2022 lalu.

Adapun biaya pembangunan kantor senilai Rp 5,16 miliar ini seluruhnya berasal dari anggaran PT BPR BKK Kabupaten Tegal (Perseroda). 

Sementara untuk pemilihan perusahaan jasa konstruksi sebagai pelaksana, pihaknya mempercayakan proses lelangnya ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Tegal.

“Alhamdulillah, pembiayaan pembangunan gedung ini murni dari dana BPR BKK Kabupaten Tegal senilai Rp 5,16 miliar,” tutup Khojin. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved