Berita Slawi

Bupati Tegal Umi Azizah Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Desa Sidaharja

Bupati Tegal, Umi Azizah, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah, meninjau langsung beberapa lokasi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/Desta Leila Kartika
Bupati Tegal, Umi Azizah, saat meninjau langsung lokasi banjir di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Kamis (5/1/2023), didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah.  

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Bupati Tegal, Umi Azizah, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah, meninjau langsung beberapa lokasi yang terdampak banjir satu di antaranya Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kamis (5/1/2023) siang.


Mobil yang membawa Bupati Tegal bersama rombongan dari anggota TNI-Polri, perangkat desa, relawan BPBD, PMI, dan lain-lain menerobos jalur yang terpendam banjir kemudian singgah di Balai Desa setempat.


Bupati tidak hanya meninjau dan melihat kondisi secara langsung, tapi juga membawa bantuan berupa sembako dan nasi bungkus yang dibutuhkan warga.


Ditemui disela tinjauannya, Umi mengungkapkan Desa Sidaharja merupakan daerah yang warganya paling banyak terdampak banjir yaitu sebanyak 1.552 KK, dengan 6 ribu lebih jiwa.


Kemudian wilayah lainnya yang terdampak banjir ada di Pedukuhan Plumbungan, Kecamatan Kramat, Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, dan beberapa lokasi lainnya.


"Sementara ini warga yang terdampak banjir belum ada yang mengungsi katakan di musala atau tempat terpusat lainnya, paling menumpang sementara di rumah saudara.

Artinya ketinggian air tidak separah yang tahun sebelumnya, ya ketinggian air tadi saya cek diatas mata kaki atau kurang dari 1 meter," jelas Umi, pada Tribunjateng.com, Kamis (5/1/2023). 


Wilayahnya menjadi langganan banjir terutama saat intensitas hujan tinggi, Umi menyebut ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk penanggulangan.


Adapun solusi yang dimaksud yaitu segera dilakukan normalisasi sungai rambut, sungai Cacaban, dan sungai lainnya. 


Bahkan solusi normalisasi sungai itu sudah disampaikan Bupati Umi kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat melakukan rapat koordinasi (rakor) beberapa waktu lalu.


"Terkait normalisasi sungai ini harus dilakukan dari hulu sampai ke hilir nya. Bahkan setiap tahun kami sudah mengusulkan, tapi ya kami memaklumi karena banyak sekali sungai yang perlu dinormalisasi.

Ya harapannya setelah apa yang menjadi solusi sudah kami sampaikan ke Gubernur, semoga bisa segera terlaksana terkait normalisasi sungai di Kabupaten Tegal," ungkapnya.


Selain solusi normalisasi sungai, menurut Umi, perlu peran serta dan gerakan bersama dari masyarakat.


Terlebih saat ini banyak bangunan rumah-rumah, serapan air semakin berkurang, sehingga pola membuang sampah harus diperhatikan.


"Masyarakat saya ingatkan dan imbau agar jangan membuang sampah sembarangan apalagi ke aliran sungai. Selain itu, jika di sekitar rumah warga memungkinkan membuat lubang biopori, ini bisa menjadi solusi dari pada membuang sampah sembarangan. Sementara untuk di wilayah atas, bisa menanam pohon yang keras," pesan Umi.


Masih di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Tegal, Elliya Hidayah, berharap adanya peristiwa banjir yang kembali terjadi di awal tahun 2023 ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah limbah rumah tangga ke drainase, karena bisa saja menyumbat sehingga mengakibatkan banjir.


Masyarakat diimbau untuk bisa memanfaatkan drainase sebaik mungkin, dan bisa membuat buangan sampah sendiri.


"Bencana ini kan bukan milik perseorangan, bukan milik kelompok institusi tertentu, tetapi gerakan masyarakat juga diperlukan, sehingga kepedulian sangat dibutuhkan terutama saat terjadi bencana seperti ini," imbuh Elliya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved