Berita Batang

Satpol PP Batang Pasang Spanduk Perda Larangan Pelacuran dan Miras di Lokasi Prostitusi Boyongsari

Pemasangan papan penegakan Larangan Perda Pelacuran dan Miras tahun kemarin mendapatkan respon baik dari masyarakat Kabupaten Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Satpol PP melakukan pemasangan Perda Larangan Pelacuran dan Miras berbentuk spanduk di Boyongsari Kelurahan Karangasem Selatan Kecamatan Batang Kabupaten Batang, Jumat (6/1/2023). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pemasangan papan penegakan Larangan Perda Pelacuran dan Miras tahun kemarin mendapatkan respon baik dari masyarakat Kabupaten Batang.

Untuk itu, Satpol PP kembali menidaklanjuti permintaan dengan pemasangan Perda Larangan Pelacuran dan Miras berbentuk spanduk di Boyongsari Kelurahan Karangasem Selatan Kecamatan Batang Kabupaten Batang, Jumat (6/1/2023).

Adapun Perda Larangan Pelacuran dan Miras yang diatur Nomor 6 Tahun 2011 Pasal 4 Ayat 2 berbunyi setiap orang di wilayah Kabupaten Batang secara sendiri atau bersama-sama dilarang untuk melakukan pelacuran dan Nomor 12 Tahun 2013 berbunyi tentang larangan memproduksi, mengedarkan, dan menggunakan minuman beralkohol.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Daerah Satpol PP Muhammad Masqon mengatakan terdapat dua spanduk  yang dipasang di lokasi prostitusi Boyongsari yang merupakan permintaan masyarakat Kabupaten Batang.

Baca juga: Digugat ke PTUN, Pemerintah Desa Sengi Magelang Minta Pendampingan Hukum BKBHM FH Unissula

"Tujuannya dengan pemasangan spanduk Perda Larangan Pelacuran dan Miras ada pengurangan aktivitas masyarakat di lokasi prostitusi dan miras."

"Sehingga, cepat atau lambat akan mengurang secara drastis karena ini langkah-langkah yang preventif," jelasnya, Jumat (6/1/2023).

Perlu diketahui ancaman pidana Perda Larangan Pelacuran  adalah ancaman pidana 3 bulan atau denda paling tinggi Rp 50 Juta.

Sedangkan, untuk Miras adalah ancaman pidana 1 bulan atau denda Rp 5 Juta.

"Dengan hanya menggunakan langkah preventif aja sudah bisa dikendalikan kita tidak usah memakai langkah yustisi."

"Langkah yustisi akan dilakukan tetapi menunggu respon dahulu, masyarakat lokasi prostitusi tanggapannya bagaimana," tegasnya.

Baca juga: Personel Gabungan Gotong Royong Bersihkan Hilir Sungai Sambong Batang, Ini Barang yang Ditemukan

Ia juga menyampaikan bahwa, memilih lokasi di Boyongsari karena merupakan target dari dulu, hanya saja di lokasi tersebut banyak orang yang berkepentingan.

"Dari data Satpol PP Batang tahun 2022 ada penyitaan miras meliputi Pantai Sigandu sekitar 12 botol miras yang diduga ada prostitusinya juga, Surodadi sekitar 40 botol miras yang disitu mendapatkan PSK saat ini sedang kita bina, dan temuan prostitusi terselubung di kos-kosan yang kita dapat 9 pasang sedang kita dalami," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved