Berita Slawi

Ratusan Petani Geruduk Kantor Bupati Tegal Bawa 8 Tuntutan, Satu di Antaranya Pupuk Mahal

Ratusan petani yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa (Formaddes), Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/Desta Leila Kartika
Ratusan petani yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa (Formaddes), Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal saat geruduk kantor Bupati menyampaikan keluhan satu diantaranya mengenai harga pupuk yang mahal, Rabu (11/1/2023).  

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Ratusan petani yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa (Formaddes), Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal geruduk kantor Bupati menyampaikan keluhan satu diantaranya mengenai harga pupuk yang mahal, Rabu (11/1/2023).


Rombongan para petani datang ke kantor Bupati Tegal mengenakan mobil bak terbuka, truk, dan sepeda motor, dengan dikawal oleh anggota Polres Tegal.


Bahkan personel Polres Tegal sudah berada di area kantor Bupati sejak pukul 09.00 WIB, melakukan pengamanan bersama Satpol PP Kabupaten Tegal.


Personel dari Polres Tegal dan Satpol PP Kabupaten Tegal berjaga di depan dan belakang pintu gerbang untuk mengantisipasi jika terjadi hal tidak diinginkan. 


Tidak lama rombongan petani datang, mereka langsung menyampaikan orasi dan tujuan diadakannya aksi demo ini.


Dengan lantang, Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa (Formaddes) yang juga mewakili petani, Susmono, menyampaikan jika ia dan petani yang hadir ingin bisa masuk dan bertemu langsung dengan Bupati Tegal, Umi Azizah.


Hal itu, karena mereka ingin menyampaikan langsung kondisi yang dalami oleh para petani khususnya di wilayah Kecamatan Pagerbarang, karena harga pupuk yang mahal melebihi harga eceran tertinggi (HET).


Selain itu, terkait masalah krisis air, ulu-ulu atau golongan yang sudah mengabdi selama 40 tahun tidak pernah dihargai jasanya, dan permasalahan lainnya.


Total ada delapan tuntutan yang disampaikan oleh Susmono kepada Bupati Tegal dan berharap bisa menemui titik terang.


Sekitar 30 menit, akhirnya Bupati Tegal, Umi Azizah, keluar menemui perwakilan petani sebanyak 20 orang.


Kemudian melakukan audiensi di dalam gedung Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal, untuk membahas dan mendapati kesepakatan.


Bahkan Bupati juga mendatangkan semua unsur terkait, mulai Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Dadang Darusman, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti, perwakilan produsen pupuk, distributor, dan lain-lain.


"Kami hanya meminta Bupati Tegal, Umi Azizah, keluar dan menemui kami. Mendengarkan delapan tuntutan yang akan kami sampaikan, karena jujur petani sangat terdampak dan sulit. Bayangkan saja, harga pupuk urea bersubsidi yang harusnya kisaran Rp 112 ribuan, tapi dijual ke petani sampai Rp 250 ribu per 50kg nya," ungkap Susmono, pada Tribunjateng.com.


Setelah berhasil masuk dan melakukan audiensi dengan Bupati Tegal, Susmono bersama perwakilan petani lainnya kembali menyampaikan delapan tuntutan yang mereka harap bisa terwujud atau terealisasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved