Berita Tegal

Makna Imlek Bagi Umat Konghucu Kota Tegal, Sembahyang untuk Meneladani Kisah Hidup Leluhur

Umat Konghucu yang tergabung dalam Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Tegal telah mempersiapkan rangkaian agenda dalam

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA/Fajar Bahruddin Achmad
Rohaniawan Js Suwanto melakukan sembahyang di tempat ibadah Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Tegal, Kamis (19/1/2023). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Umat Konghucu yang tergabung dalam Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Tegal telah mempersiapkan rangkaian agenda dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2574. 


Kegiatan yang dilakukan lebih sederhana. 


Mereka memaknai peringatan Imlek sebagai waktu untuk sembahyang dan berdoa kepada leluhur.


Tidak ada agenda ramai-ramai, hanya sebatas sembahyang dan syukuran.  


Tempat ibadah juga hanya dihiasi oleh lampion-lampion berwarna merah. 


Rohaniawan Makin Tegal, Js Suwanto mengatakan, kegiatan menyambut Imlek selalu diawali dengan bakti sosial untuk masyarakat seminggu sebelum hari H. 


Momen tersebut dianggap sebagai hari persaudaraan agar semua umat merayakan dengan layak. 


Ia mengatakan, kegiatan dan sembahyang yang dilakukan juga lebih sederhana. 


"Iya lebih sederhana karena kita mengacu apa yang disampaikan Nabi Konghucu. Bahwa dalam upacara dari pada mewah mencolok lebih baik sederhana," katanya kepada tribunjateng.com, Kamis (19/1/2023). 


Suwanto mengatakan, sembahyang dimulai di rumah masing-masing keluarga sehari sebelum Imlek

 

Mereka sembahyang untuk mengenang leluhur. 


Malamnya lalu dilakukan sembyang dan kebaktian renungan di tempat ibadah Makin Tegal, pukul 23.00- 01.00 WIB. 


Umat Konghucu yang mengikuti sembahyang biasanya mencapai 40 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved